Roboguru

Manakah yang lebih kuat, gaya antarmolekul pada BF3 atau F2? Gaya apakah yang bekerja?

Pertanyaan

Manakah yang lebih kuat, gaya antarmolekul pada BF3 atau F2? Gaya apakah yang bekerja? 

Pembahasan Soal:

Senyawa BF3 dan F2 bersifat nonpolar sehingga gaya antarmolekul yang bekerja pada kedua senyawa tersebut adalah gaya London. Namun gaya antarmolekul F2 lebih besar dibandingkan dengan BF3 karena luas permukaan sentuhnya lebih besar.


Jadi, gaya antarmolekul F2 lebih besar dari BF3 karena luas permukaan sentuhnya lebih besar. 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Nur

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Gaya antar molekul yang paling lemah terdapat pada interaksi molekul....

Pembahasan Soal:

Gaya London merupakan gaya antar molekul yang paling lemah. Gaya London dapat terjadi apabila antar molekul nonpolar, contohnya begin mathsize 14px style C H subscript 4 point end style Senyawa ini termasuk molekul nonpolar karena atom karbon begin mathsize 14px style open parentheses C close parentheses end style sebagai atom pusat tidak punya pasangan elektron bebas (PEB) dan bentuk molekulnya simetris.

Jadi, jawaban yang benar adalahundefinedB.

Roboguru

Mana yang lebih kuat? Beri alasannya! a.  Gaya London atau gaya dipol-dipol b.  Gaya van der Waals atau ikatan hidrogen c.  Gaya dipol-dipol atau ikatan hidrogen

Pembahasan Soal:

Beberapa gaya antarmolekul:

  • Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi antara atom hidrogen yang sangat elektropositif dari suatu molekul dengan atom yang sangat elektronegatif (O, F, N) dari molekul lain. Hal ini mengakibatkan ikatan hidrogen relatif paling kuat dibandingkan gaya antarmolekul lainnya.
  • Gaya dipol-dipol terjadi pada senyawa kovalen polar. Hal ini terjadi ketika bagian molekul yang bermuatan parsial positif berdekatan dengan bagian molekul lain yang bermuatan parsial negatif sehingga terjadi gaya tarik-menarik antara dua muatan (pol) atua gaya dipol.
  • Gaya London/dispersi terjadi pada senyawa kovalen nonpolar. Gaya ini terjadi ketika molekul-molekul berdekatan sehingga terjadi induksi elektron yang menyebabkan suatu molekul menjadi bermuatan sesaat.

Jika dibandingkan, urutan kekuatan gaya antarmolekul, yaitu: ikatan hidrogen > gaya dipol-dipol > gaya London/dispersi. Istilah gaya van der Waals sering digunakan untuk gaya antarmolekul, seperti gaya dipol-dipol dan gaya London.


Jadi, gaya dipol-dipol lebih kuat daripada gaya London, ikatan hidrogen lebih kuat daripada gaya van der Waals, dan ikatan hidrogen lebih kuat daripada gaya dipol-dipol.

Roboguru

Diketahui massa molekul dari beberapa zat sebagai berikut.  Susunlah zat-zat itu berdasarkan titik didihnya dan jelaskan alasan Anda!

Pembahasan Soal:

Molekul yang memiliki Mr besar memiliki daerah gerak elektron yang besar, akibatnya peluang terjadinya dipol sesaat lebih besar sehingga gaya tarik-menarik molekul dipol sesaat juga akan semakin besar dan pada molekul suatu senyawa, jumlah elektron meningkat seiring dengan banyaknya jumlah atom pada senyawa. Semakin kuat ikatan antarmolekul maka semakin tinggi energi yang dibutuhkan untuk memutuskan ikatan tersebut yang berakibat titk didihnya semakin tinggi. 

Pada soal di atas yang memiliki titik didih tertinggi adalah Cl subscript 2 karena memiliki Mr paling besardan yang memiliki titik didih paling kecil adalah N subscript 2 karena memiliki Mr paling kecil.

Jadi urutan zat berdasarkan titik didihnya adalah Cl subscript bold 2 bold greater than O subscript bold 3 bold greater than Ar bold greater than F subscript bold 2 bold greater than N subscript bold 2.space 

Roboguru

Urutkan interaksi antarpartikel ikatan kovalen, ikatan Van der Waals, dan ikatan hidrogen, dimulai dari yang terlemah!

Pembahasan Soal:

  • Ikatan kovalen adalah sejenis ikatan yang memiliki karakteristik berupa pasangan elektron yang saling terbagi (pemakaian bersama elektron) di antara atom-atom yang berikatan. Singkatnya, stabilitas tarikan dan tolakan yang terbentuk di antara atom-atom ketika mempergunakan bersama elektron dikenal sebagai ikatan kovalen. Ikatan kovalen termasuk ikatan yang kuat dan sulit putus karena adanya perbedaan keelektronegatifan pada atom-atom. Semakin banyak perbedaan keelektronegatifan antara kedua atom, semakin besar ikatannya.
  • Gaya van der Waals atau gaya dipol-dipol hampir sama dengan gaya London. Bedanya, gaya Van der Waals disebabkan oleh dipol listrik permanen. Jika suatu molekul polar berada didekat molekul non polar, muatan nonpolar tersebut dapat terdistraksi dan terpolarisasi membentuk dipol-dipol listrik. Setelah kedua molekul memiliki dipol, maka terjadilah gaya tarik van der Waals antar molekul tersebut. Seperti gaya London, gaya van der Waals juga merupakan ikatan yang sifatnya lemah.
  • Ikatan hidrogen adalah ikatan yang terjadi ketika hidrogen terikat langsung dengan unsur yang sangat elektronegatif seperti oksigen atau fluor. Dalam hal ini, hidrogen memperoleh muatan parsial positif karena elektron dalam ikatan lebih tertarik pada atom elektronegatif. Jika ada atom elektronegatif lain di dekatnya, atom hidrogen akan tertarik ke atom elektronegatif dan membentuk ikatan hidrogen.

Jadi urutan interaksi antarpartikel dimulai dari yang terlemah adalah ikatan Van der Waals < ikatan hidrogen < ikatan kovalen.space 

Roboguru

Gaya dispersi pada molekul-molekul non-polar terjadi akibat adanya………

Pembahasan Soal:

Gaya antar molekul berkaitan dengan ikatan antar molekul yang ada pada molekul yang berikatan.  Ikatan antar molekul terdiri atas ikatan Van Der Waals dan ikatan hidrogen.  

Ikatan antar molekul Van Der Waals meliputi :

  1. Dipol sesaat atau gaya London terjadi pada senyawa kovalen nonpolar, contohnya O2, CH4.
  2. Dipol terimbas terjadi antara senyawa kovalen polar yang dapat berikatan dengan senyawa kovalen nonpolar, contohnya senyawa kovalen nonpolar gas oksigen (O2) dapat larut dalam senyawa kovalen polar air (H2O).
  3. Gaya dipol-dipol terjadi karena terjadi pada senyawa poliatom kovalen polar contohnya HCl, H2S, dan lain-lain.

Berdasarkan penjelasan di atas, gaya dispersi pada molekul-molekul non-polar terjadi akibat adanya dipol-dipol sesaat.

Maka, jawaban yang tepat adalah B.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved