Roboguru

Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 12 dan 13.      Tentu yang paling girang adalah perempuan pembantu rumah tangga itu. Kini ia mencengkeram nasib sang guru, tapi cemburunya tetap meledak-ledak. Selalu ia bertanya penuh selidik ke mana saja si guru pergi, apa kesibukannya. la juga melarang sang guru berbincang berdua dengan murid wanita.      Suatu hari perempuan itu bertanya, ke mana lelaki itu pergi seusai rapat guru di kantor Dinas Pendidikan.     "Jadi Bapak cuma rapat, tidak ke mana-mana setelah itu?"      "O ya ya ya, saya singgah ke Perpustakaan Kota, baca-baca."      "Dengan siapa ke sana? Dengan guru perempuan kan?"     Laki-laki itu mengernyitkan alis tidak mengerti mengapa ia dituduh.      "Ya ya ya ada guru perempuan ikut, kami bertiga ke sana."      "Setelah itu Bapak ke Pasar Kereneng kan, ada apa ke sana?"      Laki-laki itu semakin bingung. "Kami beli soto. Lapar."      Tentu ia tak tahu kalau sebuah GPS tracker dipasang di bagasi motornya, melacak keberadaannya.     "Memangnya kenapa?"      "Tak elok saja Pak, makan bersama perempuan bukan istri, kendati sama-sama guru."  Dikutip dari: Gde Aryantha Soethama, Perempuan Pencemburu dalam Tanah Air, Jakarta, Penerbit Buku Kompas. 2017  Kritik positif yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah...

Pertanyaan

Kutipan cerpen berikut untuk soal nomor 12 dan 13. 


    Tentu yang paling girang adalah perempuan pembantu rumah tangga itu. Kini ia mencengkeram nasib sang guru, tapi cemburunya tetap meledak-ledak. Selalu ia bertanya penuh selidik ke mana saja si guru pergi, apa kesibukannya. la juga melarang sang guru berbincang berdua dengan murid wanita. 
    Suatu hari perempuan itu bertanya, ke mana lelaki itu pergi seusai rapat guru di kantor Dinas Pendidikan.
    "Jadi Bapak cuma rapat, tidak ke mana-mana setelah itu?" 
    "O ya ya ya, saya singgah ke Perpustakaan Kota, baca-baca." 
    "Dengan siapa ke sana? Dengan guru perempuan kan?"
    Laki-laki itu mengernyitkan alis tidak mengerti mengapa ia dituduh. 
    "Ya ya ya ada guru perempuan ikut, kami bertiga ke sana." 
    "Setelah itu Bapak ke Pasar Kereneng kan, ada apa ke sana?" 
    Laki-laki itu semakin bingung. "Kami beli soto. Lapar." 
    Tentu ia tak tahu kalau sebuah GPS tracker dipasang di bagasi motornya, melacak keberadaannya.
    "Memangnya kenapa?" 
    "Tak elok saja Pak, makan bersama perempuan bukan istri, kendati sama-sama guru." 


Dikutip dari: Gde Aryantha Soethama, Perempuan Pencemburu dalam Tanah Air, Jakarta, Penerbit Buku Kompas. 2017 


Kritik positif yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah...undefined 

  1. Penyampaian amanat dalam kutipan cerpen tersebut mudah dipahami karena disampaikan melalui dialog antartokoh. undefined 

  2. Kutipan cerpen tersebut tidak menarik karena ceritanya kurang masuk akal meskipun kadang-kadang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. undefined 

  3. Pilihan kata yang digunakan dalam kutipan cerpen tersebut terkesan datar karena hanya menggunakan kata-kata yang mudah dipahami. undefined 

  4. Pembaca kutipan cerpen tersebut sulit menafsirkan makna kutipan cerpen karena penulisan cerpen tersebut penuh dengan kata kiasan.undefined 

  5. Cerita yang diungkapkan dalam kutipan cerpen tersebut meniru kehidupan nyata yang menandakan pengarang kurang berimajinasi dan tidak kreatif. undefined 

Pembahasan Soal:

Kritik positif yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah Penyampaian amanat dalam kutipan cerpen tersebut mudah dipahami karena disampaikan melalui dialog antartokoh. Hal tersebut dapat dibuktikan pada dialog "Tak elok saja Pak, makan bersama perempuan bukan istri, kendati sama-sama guru."

Jadi, jawaban yang benar adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Terakhir diupdate 04 Februari 2021

Ruangguru

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved