Roboguru

Kata penghubung yang tepat untuk mengisi titik titik diatas adalah..

Pertanyaan

Kata penghubung yang tepat untuk mengisi titik titik diatas adalah.. 

Pembahasan Soal:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

Kalimat di atas menunjukkan hubungan yang setara antarklausa, sehingga konjungsi yang tepat adalah konjungsi penambahan. Konjungsi penambahan adalah kata hubung yang menunjukkan kedudukan setara antarklausa, misalnya: dan, serta, lagipula. Maka, kalimat tersebut menjadi:

Ayahnya seorang konglomerat yang terkenal dermawan dan suka membantu fakir miskin.


Dengan demikian, kata penghubung yang tepat untuk mengisi titik titik diatas adalah dan. 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Laillia

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

Terakhir diupdate 18 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Kalimat yang menggunakan kata penghubung yang sejenis adalah....

Pembahasan Soal:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

Kalimat Ia minum obat supaya lekas sembuh menggunakan konjungsi subordinatif pada kata supaya. Konjungsi subordinatif adalah kata hubung konjungsi yang menujukkan perbedaan derajat. Contoh konjungsi subordinatif antara lain supaya, agar, untuk, karena, seperti, seakan-akan, jika, walaupun, bahwa, dan lain sebagainya.


Dengan demikian, kalimat yang menggunakan kata penghubung yang sejenis adalah Adik rajin belajar agar pintar. 

Roboguru

Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah....

Pembahasan Soal:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

Konjungsi dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Konjungsi penambahan: konjungsi yang menunjukkan kedudukan setara antarklausa, misal: dan, serta, lagipula.
  2. Konjungsi pilihan: konjungsi yang menunjukkan pilihan, misal: atau.
  3. Konjungsi temporal: konjungsi yang memiliki keterkaitan waktu kronologis, misal: sebelum, sesudah itu, selanjutnya.
  4. Konjungsi pertentangan: konjungsi yang menunjukkan adanya pertentangan, misal: tetapi, namun.
  5. Konjungsi sebab: konjungsi yang menunjukkan hubungan penyebab, misal: sebab, karena, oleh karena itu.
  6. Konjungsi syarat: konjungsi yang menunjukkan persyaratan, misal: apabila, asalkan, jika.

Berdasarkan penjelasan mengenai jenis konjungsi tersebut, maka kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah karena. Sehingga kalimat tersebut menjadi Fachri menjadi anak yang pemurung karena ia gagal lulus ujian tahun ini.


Dengan demikian, Kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah karena. 

Roboguru

Kata penghubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah​...

Pembahasan Soal:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

Kalimat kedua dan ketiga menunjukkan pertentangan antara jumlah perkebunan yang masih produktif sehingga konjungsi yang tepat adalah konjungsi pertentangan. Konjungsi pertentangan adalah kata hubung yang menunjukkan adanya pertentangan, misalnya: tetapi, namun. Maka, kalimat tersebut menjadi:

Ini terjadi akibat perkebunan karet yang masih produktif tinggal 275.081 hektar dari 463.940 hektar perkebunan karet yang ada. Namun, yang mengalami kerusakan atau sudah tua mencapai 83.892 hektar. Adapun 105.300 hektar masih merupakan tanaman muda. 


Dengan demikian, kata penghubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah​ namun. 

Roboguru

Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang pada paragraf tersebut adalah...

Pembahasan Soal:

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

Konjungsi dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Konjungsi penambahan: konjungsi yang menunjukkan kedudukan setara antarklausa, misal: dan, serta, lagipula.
  2. Konjungsi pilihan: konjungsi yang menunjukkan pilihan, misal: atau.
  3. Konjungsi temporal: konjungsi yang memiliki keterkaitan waktu kronologis, misal: sebelum, sesudah itu, selanjutnya.
  4. Konjungsi pertentangan: konjungsi yang menunjukkan adanya pertentangan, misal: tetapi, namun.
  5. Konjungsi sebab: konjungsi yang menunjukkan hubungan penyebab, misal: sebab, karena, oleh karena itu.
  6. Konjungsi akibat: konjungsi yang menunjukkan hubungan akibat dari suatu hal, misal: sehingga.
  7. Konjungsi syarat: konjungsi yang menunjukkan persyaratan, misal: apabila, asalkan, jika.

Berdasarkan penjelasan mengenai jenis konjungsi tersebut, maka kata penghubung yang tepat untuk melengkapi bagian yang rumpang pada paragraf tersebut adalah dan, yang, itu, dan sehingga. Dengan demikian, paragraf tersebut menjadi:

Bencana alam membuat warga menderita. Mereka harus tinggal di pengungsian, kehilangan aktivitas dan mata pencaharian. Dini hari kemarin, curah hujan sangat tinggi telah menjebol tanggul yang menahan luapan lumpur di Porong, Sidoarjo. Lumpur yang bercampur air itu merendam jalan raya serta rel kereta api, sehingga sekitar 200 rumah di Desa Ketapang dan Siring Barat. Langkah pengamanan darurat harus segera dilakukan untuk menyelamatkan korban agar tidak lebih menderita karena bencana. 

Roboguru

Lengkapilah teks diskusi tersebut dengan konjungsi yang sesuai!

Pembahasan Soal:

Teks diskusi adalah teks yang memuat pendapat baik pro maupun kontra mengenai suatu hal sehingga kedua pihak saling membahas topik yang menjadi persoalan dalam diskusi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat.

Konjungsi dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  1. Konjungsi subordinatif: konjungsi yang menunjukkan kedudukan setara antarklausa, misal: dan, serta, lagipula.
  2. Konjungsi pilihan: konjungsi yang menunjukkan pilihan, misal: atau.
  3. Konjungsi temporal: konjungsi yang memiliki keterkaitan waktu kronologis, misal: sebelum, sesudah itu, selanjutnya.
  4. Konjungsi pertentangan: konjungsi yang menunjukkan adanya pertentangan, misal: tetapi, namun.
  5. Konjungsi sebab: konjungsi yang menunjukkan hubungan penyebab, misal: sebab, karena, oleh karena itu.
  6. Konjungsi akibat: konjungsi yang menunjukkan hubungan akibat dari suatu hal, misal: sehingga.
  7. Konjungsi syarat: konjungsi yang menunjukkan persyaratan, misal: apabila, asalkan, jika.

Berdasarkan penjelasan mengenai jenis konjungsi tersebut, maka kata hubung yang tepat untuk mengisi titik-titik di atas adalah karena. Dengan demikian, teks diskusi tersebut menjadi:

Dampak Efek Rumah Kaca Bagi Kehidupan

Efek rumah kaca adalah proses penghangatan bumi sebab adanya penyerapan sinar infra merah. Pengertian efek rumah kaca ini ditemukan karena adanya sebuah penemuan yang menunjukkan kondisi atmosfer bumi sudah mulai berlubang. Proses ini terjadi karena adanya peningkatan suhu dunia yang disebabkan oleh makin banyaknya partikel bebas yang mencemari udara. Dengan adanya karbon dioksida yang disebabkan oleh adanya proses pembakaran dari pabrik atau kendaraan bermotor. Penggunaan alat pendingin ruangan atau lemari es juga memiliki dampak signifikan terhadap fenomena efek rumah kaca. Hal tersebut disebabkan oleh kedua peralatan rumah tangga tersebut menggunakan senyawa cloroflurocarbon atau CFC yang memiliki dampak sama terhadap atmosfer sebagaimana CO.

Efek rumah kaca tentu saja memiliki dampak negatif yang ditimbulkannya, yaitu:

  • Meningkatnya suhu permukaan bumi yang akan mengakibatkan adanya perubahan iklim yang sangat ekstrim di bumi. Hal ini dapat mengakibatkan terganggunya hutan dan ekosistem lainnya, sehingga mengurangi kemampuannya untuk menyerap karbon dioksida di atmosfer.
  • Mencairnya gunung-gunung es di daerah kutub yang dapat menimbulkan naiknya permukaan laut.
  • Penyebab global warming dan perubahan iklim. Iklim di bumi menjadi tak menentu dan susah diprediksikan akan mengganggu sistem penerbangan dan petani dalam menentukan masa panen.

Efek rumah kaca memang dapat menimbulkan dampak negatif seperti yang dijelaskan di atas, namun efek rumah kaca juga memberi beberapa keuntungan bagi kehidupan.

  • Efek rumah kaca sangat berguna bagi kehidupan di bumi karena gas-gas dalam atmosfer dapat menyerap gelombang panas dari sinar matahari dan menjadikan suhu di bumi tidak terlalu rendah untuk dihuni makhluk hidup.
  • Dengan adanya efek rumah kaca, manusia menjadi sadar bahwa pohon dan hutan memiliki arti penting sekali bagi kelangsungan kehidupan, yaitu salah satunya dapat menyerap gas polutan dan menghasilkan oksigen.
  • Manusia menjadi kreatif dalam mengolah limbah seperti plastik dan kertas untuk didaur ulang menjadi barang yang ekonomis.

Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi efek rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global. Caranya, kita bisa memakai alat-alat elektronik dengan cara bijak, sehingga dapat menghemat penggunaan listrik. Kita juga dapat mengadakan penghijauan kembali hutan-hutan yang sudah ditebang untuk mengurangi kadar karbon dioksida. 

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved