Roboguru

Karakteristik penulisan historiografI tradisional diantaranya adalah...

Pertanyaan

Karakteristik penulisan historiografI tradisional diantaranya adalah...

  1. Tidak ada ciri kritis dan ilmiah dalam penulisannya

  2. Ditulis berdasarkan suatu sistem ilmiah yang sistematis

  3. Bersifat objektif karena bertujuan untuk melanggengkan status quo seorang raja

  4. Penulisan fokus pada keadaan sosial dan kehidupan masyarakat

  5. Tulisannya bersifat diskriminatif

Pembahasan Soal:

Berikut ciri-ciri historiografi tradisional:

  1. Sering terjadi kesalahan dalam penempatan waktu.
  2. Penulisan selalu bersifat kedaerahan. Hanya terpaut pada suku bangsa tertentu.
  3. Penulisannya bersifat istana sentris, yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja.
  4. Memiliki subjektifitas yang tinggi sebab penulis hanya mencatat peristiwa penting di kerajaan atas permintaan sang raja.
  5. Bersifat melegitimasi suatu kekuasaan sehingga seringkali anakronitis (tidak cocok).
  6. Cenderung menampilkan unsur politik semata untuk menunjukkan kejayaan dan kekuasaan sang raja.
  7. Kebanyakan karya-karya tersebut kuat dalam genealogi (silsilah), tetapi lemah dalam hal kronologi dan detil-detil biografis.
  8. Pada umumnya tidak disusun secara ilmiah, tetapi seringkali data-datanya bercampur dengan mitos.
  9. Sumber-sumber datanya sulit untuk ditelusuri kembali, bahkan terkadang mustahil untuk dibuktikan.
  10. Dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat di tempat naskah tersebut ditulis, sehingga merupakan hasil kebudayaan bersama dari suatu masyarakat.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah C. 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Penulisan sejarah Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam bersifat ….

Pembahasan Soal:

Karakteristik dari historiografi tradisional, yakni penulisan sejarah Indonesia pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha dan Islam, dikategorikan bersifat kultural dan politis. Sejarah yang ditulis secara kritis dan ilmiah belum terlihat dalam historiografi tadisional

Berdasarkan pembahasan di atas, maka jawaban yang tepat adalah A

Roboguru

Perhatikan data berikut. 1) Kuat dalam kronologi dan detail geografis. 2) Ditulis dengan fakta pemerintah kolonial 3) Mitos bercampur fakta 4) Istana-sentris. 5) Subjektif. Ciri khas historiogra...

Pembahasan Soal:

Beberapa ciri-ciri dari historiografi tradisional antara lain:

- Istana-sentris karena berpusat pada keinginan dan kepentingan raja.

- Feodal-aristokratis karena berfokus pada kehidupan kaum bangsawan feodal, bukan kehidupan rakyat jelata.

- Subjektivitas tinggi karena penulis hanya mencatat peristiwa penting di kerajaan dan atas permintaan sang raja.

Roboguru

Karakteristik penulisan historiografi tradisional diantaranya adalah....

Pembahasan Soal:

Historiografi tradisional adalah tradisi penulisan sejarah yang berlaku pada masa setelah masyarakat Indonesia mengenal tulisan, pada masa Hindu-Budha maupun pada masa Islam. Hasil tulisan sejarah dari masa ini sering disebut sebagai naskah. Dalam historiografi tradisional, penulisannya tidak bertujuan untuk mengungkap fakta dan kebenaran sejarah. Historiografi tradisional didominasi oleh lingkungan keraton. Para Raja mempunyai kepentingan untuk melegitimasi kekuasaan dan mewariskannya kepada generasi berikutnya, dengan demikian, ciri-ciri Historiografi Tradisional adalah, sering terjadi kesalahan dalam penempatan waktu, kemudian, penulisan selalu bersifat kedaerahan, lalu hanya terpaut pada suku bangsa tertentu, penulisannya bersifat istana sentris, yaitu berpusat pada keinginan dan kepentingan raja, kemudian memiliki subjektifitas yang tinggi sebab penulis hanya mencatat peristiwa penting di kerajaan atas permintaan sang raja, bersifat melegitimasi suatu kekuasaan sehingga seringkali anakronitis (tidak cocok), cenderung menampilkan unsur politik semata untuk menunjukkan kejayaan dan kekuasaan sang raja, kebanyakan karya-karya tersebut kuat dalam genealogi (silsilah), tetapi lemah dalam hal kronologi dan detil-detil biografis, kemudian historiografi tradisional pada umumnya tidak disusun secara ilmiah, tetapi seringkali data-datanya bercampur dengan mitos, sumber-sumber sulit untuk ditelusuri kembali, bahkan terkadang mustahil untuk dibuktikan, dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat di tempat naskah tersebut ditulis, sehingga merupakan hasil kebudayaan bersama dari suatu masyarakat.

Maka, jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

Klasifikasikan ciri-ciri penulisan historiografi tradisional, historiografi kolonial, dan historiografi nasional dengan jelas !

Pembahasan Soal:

Historiografi berarti penulisan sejarah. Peneliti sejarah terlibat dalam penelitian, dan lantas mmeberikan perspektif baru entah memperkuat atau menggugat perspektif yang lama. Dengan demikian, hasil-hasil penelitian sejarah saling memperkuat dan memperkaya ilmu pengetahuan. Dalam perkembangan historiografi di Indonesia, dapat dibedakan ke dalam tiga kategori, yakni historiografi tradisional, historiografi kolonial dan historiografi nasional.

  • Historiografi tradisional

Penulisan sejarah yang bercorak historiografi tradisional di Indonesia sudah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha. Pada fase historiografi tradisional, penulisan sejarah yang dilakukan lebih merupakan ekspresi budaya dan pantulan keprihatinan sosial masyarakat atau kelompok sosial yang menghasilkannya daripada usaha untuk merekam peristiwa masa lalu. Ciri-ciri historiografi tradisional, yakni sebagai berikut :

  1. istana-sentris karena berpusat pada keinginan dan kepentingan raja,
  2. feodal-aristokratis karena berfokus pada kehidupan kaum bangsawan feodal, bukan kehidupan rakyat jelata.
  3. subjektivitas tinggi karena penulis hanya mencatat peristiwa penting di kerajaan dan atas permintaan sang raja,
  4. tujuannya melegitimasi dan melanggengkan kekuasaan serta kedudukan raja,
  5. banyak mengandung anakronisme dalam penyusunannya,
  6. umumnya penulisannya tidak disusun secara ilmiah, serta banyak data yang bercampur baur antara unsur mitos dan realitas. Berbagai mitos dan legenda diarahkan untuk mengukuhkan kepercayaan bahwa raja tidak sama dengan orang biasa,
  7. sumber-sumber datanya sulit untuk ditelusuri, bahkan terkadang mustahil dibuktikan. Dengan kata lain, fakta sejarahnya sulit dibuktikan,
  8. regio-sentris, artinya banyak dipengaruhi oleh faktor budaya masyarakat tempat naskah tersebut ditulis.
  • Historiografi Kolonial

Penulisan sejarah yang bercorak historiografi kolonial di Indonesia pada umumnya ditulis pada saat pemerintahan kolonial, yaitu sejak zaman VOC sampai ketika pemerintahan Hindia-Belanda berakhir. Ciri-ciri historiografi kolonial, yakni sebagai berikut :

  1. Eropa-sentris atau Belanda-sentris,
  2. penulisnya umumnya orang-orang Belanda atau Eropa,
  3. fokus utama kajiannya adalah kehidupan warga Belanda di Hindia-Belanda,
  4. bertujuan politis-ideologis, yaitu dengan memberikan pembenaran atas semua tindakan yang dilakukan oleh Belanda, melegitimasi penjajahan, serta melanggengkan eksistensi Belanda di Indonesia.
  • Historiografi nasional

Penulisan sejarah yang bercorak historiografi nasional di Indonesia pada umumnya ditulis dengan bangsa Indonesia sebagai aktor utamanya. Historiografi nasional bertujuan untuk menjadi alat pemersatu bangsa dengan memberikan penjelasan tentang keberadaan bangsa Indonesia melalui jejak sejarahnya. Ciri-ciri historiografi nasional, yakni sebagai berikut :

  1. berpandangan Indonesia-sentris,
  2. bertujuan untuk mempersatukan dan membangkitkan rasa nasionalisme bangsa
  3. ciri penulisannya bersifat politis dan ideologis, sementara ciri kritis dan ilmiahnya pun kurang mendapat perhatian,
  4. menempatkan rakyat Indonesia sebagai pemeran serta pelaku utama dari sejarahnya sendiri

Dengan demikian, secara garis besar pembagian dari penulisan historiografi tradisional, historiografi kolonial, dan historiografi nasional itu bisa dilihat melalui sudut pandangnya, apabila historiografi tradisional memiliki sudut pandang istana-sentris, sedangkan historiografi kolonial memiliki sudut pandang Belanda-sentris dan historiografi nasional memiliki sudut pandang Indonesia-sentris.

Roboguru

Dalam historiografi tradisional kedudukan sentral raja menimbulkan….

Pembahasan Soal:

Historiografi Tradisional merupakan penulisan sejarah yang umumnya dilakukan oleh para sastrawan atau pujangga keraton dan bangsawan kerajaan. Ciri historiografi tradisional salah satunya adalah bersifat istana sentris atau hanya menjelaskan tentang kondisi di istana dan raja sentris yang mengedepankan peranan raja yang besar.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah A.

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved