Roboguru

Hikayat Hang Tuah peninggalan kerajaan ...

Pertanyaan

Hikayat Hang Tuah peninggalan kerajaan ...

Pembahasan Soal:

Hikayat Hang Tuah adalah karya sastra klasik pada masa Islam melayu di Nusantara dari Kerajaan Malaka. Cerita dari hikayat hang tuah ini mengisahkan tentang seseorang yang berani melawan kejahatan. Hikayat ini juga mengandung pesan moral yaitu, hendaknya sebagai manusia janganlah suka iri dengan keberhasilan orang lain. Oleh karena sifat tersebut tidak hanya akan merugikan diri sendiri, namun juga orang lain.

Dengan demikian, Hikayat Hang Tuah adalah peninggalan dari Kerajaan Malaka.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Berikut karya sastra berupa hikayat terjemahan dari Arab dan Persia, kecuali....

Pembahasan Soal:

Pengaruh Persia dan Arab datang ke kebudayaan Melayu bersamaan dengan masuknya Islam ke nusantara. Pengaruh tersebut nampak dalam tradisi kerajaan, perkembangan sastra dan bahasa, serta dalam bidang agama. Dalam bidang kesusastraan, pengaruh Persia dan Arab nampak dalam sejumlah karya sastra, baik hikayat maupun syair. Dalam hikayat juga terdapat karya yang merupakan terjemahan dari Persia dan Arab, seperti Hikayat 1001 Malam, Hikayat Bulan Berbelah, Hikayat Nur Muhammad, dan Hikayat Al Anbiya.

Dengan demikian, maka jawaban yang tepat adalah C. 

0

Roboguru

Coba anda jelaskan, apa yang menyebabkan terjadinya akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada?

Pembahasan Soal:

Perkembangan budaya Islam tidak menggantikan atau memusnahkan kebudayaan yang sudah ada di Indonesia. Karena kebudayaan yang berkembang di nusantara sudah begitu kuat di lingkungan masyarakat. Sehingga terjadi akuturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada.

Hasil proses akulturasi antara kebudayaan masa pra-Islam dengan masa Islam masuk berbentuk fisik kebendaan (seni bangunan, seni ukir atau pahat dan karya sastra) serta pola hidup dan kebudayaan non fisik. Bentuk lain akulturasi kebudayaan pra-Islam dan kebudayaan Islam adalah upacara kelahiran, perkawinan, kematian, selamatan pada waktu tertentu berbentuk kenduri pada masyarakat Jawa. Misal selamatan (kenduri) 10 Muharam untuk memeringati Hasan-Husen (putra Ali bin Abu Thalib), Maulid Nabi (untuk memeringati kelahiran Nabi Muhammad), dan Ruwahan (Nyadran) untuk menghormati para leluhur atau sanak keluarga yang sudah meninggal.

Dengan demikian, yang menyebabkan terjadinya akulturasi antara kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada adalah Akulturasi dalam perkembangan budaya Islam di Indonesia merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan saat terjadi kemajemukan di dalam masyarakat. Budaya, suku, ras, golongan, hingga agama yang berbeda dari membaurnya masyarakat asli dan pendatang, berpeluang tinggi menciptakan akulturasi.space space space

 

0

Roboguru

Jelaskan disertai contoh proses dan bentuk akulturasi antara budaya lokal nusantara dengan nilai-nilai Islam di Indonesia!

Pembahasan Soal:

Sejarah perkembangan masuknya agama Islam di Indonesia tidak terlepas dari akulturasi dengan budaya lokal. Ajaran Islam disambut dengan ragam budaya di Nusantara, atau Jawa, yang sudah berakulturasi dengan budaya Hindu, Buddha, juga tradisi nenek moyang. Hasil akulturasi Islam dengan budaya lokal di Nusantara yang telah ada sebelumnya kemudian menghasilkan sesuatu yang baru dan merupakan perpaduan dari ragam budaya yang berbeda tersebut.

Beberapa contoh tradisi yang merupakan bentuk akulturasi Islam dengan budaya lokal di Nusantara antara lain:

  1. tradisi kenduri atau kenduren untuk mendoakan arwah orang yang sudah meninggal dunia. Kenduri ini sudah ada sejak zaman Hindu-Buddha di Jawa. Sunan Ampel menyesuaikan tradisi ini agar tidak menyimpang dari ajaran Islam.
  2. beduk, peralatan untuk memberikan penanda waktu salat bagi umat Islam. Sebelumnya, beduk dipakai sebagai penanda waktu dalam peribadatan umat Buddha.
  3. wayang juga merupakan salah satu bentuk akulturasi Islam dengan budaya lokal di Jawa. Wayang yang sudah dikenal sejak zaman pra-Islam di Jawa digunakan oleh para Walisongo untuk berdakwah agar mudah diterima oleh masyarakat.
  4. Wali songo juga memanfaatkan gamelan untuk menarik minat warga agar menghadiri pengajian sebagai salah satu bentuk syiar Islam. 
  5. tradisi Sekaten di Yogyakarta dan Surakarta
  6. arsitektur sejumlah masjid di Jawa yang merupakan perpaduan corak Hindu/Buddha dan Islam
  7. tembang-tembang Jawa yang sedikit diubah untuk dakwah

Dengan demikian, agama Islam adalah agama yang disebarkan dengan cara damai dan tanpa paksaan, proses Islamisasi yang menggabungkan kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam menghasilkan akulturasi budaya yang biasanya nampak pada tradisi-tradisi yang berkembang ditengah-tengah masyarakat dan beberapa akulturasi dalam bentuk lain seperti nampak pada kesenian wayang, arsitektur bangunan dll.

0

Roboguru

Tunjukkan peninggalan karya sastra pada masa kekuasaan kerajaan Islam di Indonesia

Pembahasan Soal:

Ada beberapa jenis karya sastra masa kerajaaan Islam di Indonesia yaitu seperti berikut:

  1. Hikayat, adalah karya sastra yang berisi cerita sejarah ataupun dongeng. Dalam hikayat banyak ditulis berbagai peristiwa yang menarik, keajaiban, atau hal-hal yang tidak masuk akal. Hikayat ditulis dalam bentuk gancaran (karangan bebas atau prosa). Hikayat-hikayat yang terkenal, misalnya Hikayat Iskandar Zulkarnain, Hikayat RajaRaja Pasai, Hikayat Khaidir, Hikayat si Miskin, Hikayat 1001 Malam, Hikayat Bayan Budiman, dan Hikayat Amir Hamzah
  2. Babad, mirip dengan hikayat. Penulisan babad seperti tulisan sejarah, tetapi isinya tidak selalu berdasarkan fakta. Jadi, isinya campuran antara fakta sejarah, mitos, dan kepercayaan. Di tanah Melayu terkenal dengan sebutan tambo atau salasilah. Contoh babad adalah Babad Tanah Jawi, Babad Cirebon, Babad Mataram, dan Babad Surakarta
  3. Syair, berasal dari perkataan Arab untuk menamakan karya sastra berupa sajak-sajak yang terdiri atas empat baris setiap baitnya. Contoh syair sangat tua adalah syair yang tertulis pada batu nisan makam putri Pasai di Minye Tujoh.
  4. Suluk, merupakan karya sastra yang berupa kitab-kitab dan isinya menjelaskan soal-soal tasawufnya. Contoh suluk yaitu Suluk Sukarsa, Suluk Wujil, dan Suluk Malang Sumirang.

Dengan demikian terdapat 4 macam karya sastra peninggalan masa kerajaan Islam di Indonesia seperti hikayat, babad, syair dan suluk.

0

Roboguru

Uraikan mengenai bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada di Nusantara!

Pembahasan Soal:

Hasil proses akulturasi antara kebudayaan praIslam dengan ketika Islam masuk tidak hanya berbentuk fisik kebendaan seperti seni bangunan, seni ukir atau pahat, dan karya sastra tetapi juga menyangkut pola hidup dan kebudayaan non fisik lainnya. Beberapa contoh bentuk akulturasi akan ditunjukkan pada paparan berikut:

  1. Seni Bangunan : Seni dan arsitektur bangunan Islam di Indonesia sangat unik, menarik dan akulturatif. Seni bangunan yang menonjol di zaman perkembangan Islam ini terutama masjid, menara serta makam.undefined
  2. Seni Ukir : Pada masa perkembangan Islam di zaman madya, berkembang ajaran bahwa seni ukir, patung, dan melukis makhluk hidup, apalagi manusia secara nyata, tidak diperbolehkan. Namun Para seniman tidak ragu-ragu mengembangkan seni hias dan seni ukir dengan motif daun-daunan dan bunga-bungaan seperti yang telah dikembangkan sebelumnya. Kemudian juga ditambah seni hias dengan huruf Arab (kaligrafi).undefined
  3. Aksara dan Seni Sastra : Tersebarnya Islam di Indonesia membawa pengaruh dalam bidang aksara atau tulisan. Abjad atau huruf-huruf Arab sebagai abjad yang digunakan untuk menulis bahasa Arab mulai digunakan di Indonesia. Bahkan huruf Arab digunakan di bidang seni ukir. Berkaitan dengan itu berkembang seni kaligrafi. Perkembangan sastra di zaman madya tidak terlepas dari pengaruh unsur sastra sebelumnya. Dengan demikian terjadilah akulturasi antara sastra Islam dengan sastra yang berkembang di zaman pra-Islam. Seni sastra di zaman Islam terutama berkembang di Melayu dan Jawa.undefined
  4. Kesenian: Di Indonesia, Islam menghasilkan kesenian bernafas Islam yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran Islam. Kesenian tersebut, misalnya sebagai berikut : Permainan debus, Seudati, wayang.undefined
  5. Kalender : Bukti perkembangan sistem penanggalan (kalender) yang paling nyata adalah sistem kalender yang diciptakan oleh Sultan Agung. Ia melakukan sedikit perubahan, mengenai nama-nama bulan pada tahun Saka. Misalnya bulan Muharam diganti dengan Sura dan Ramadhan diganti dengan Pasa. Kalender tersebut dimulai tanggal 1 Muharam tahun 1043 H. Kalender Sultan Agung dimulai tepat dengan tanggal 1 Sura tahun 1555 Jawa (8 Agustus 1633).undefined
  6. Masih terdapat beberapa bentuk lain dan akulturasi antara kebudayaan pra-Islam dengan kebudayaan Islam. Misalnya upacara kelahiran perkawinan dan kematian. Masyarakat Jawa juga mengenal berbagai kegiatan selamatan dengan bentuk kenduri. Selamatan diadakan pada waktu tertentu.undefined


Dengan demikian, bentuk-bentuk akulturasi kebudayaan Islam dengan kebudayaan yang sudah ada di Nusantara diantaranya nampak dalam seni bangunan, seni ukir, aksara dan seni sastra, kesenian, kalender, upacara kelahiran dan kematian dll. Hal ini menjadikan bukti bahwa agama islam disebarkan dengan cara damai dan karena proses akulturasi tersebut menyebabkan agama Islam mudah diterima dan berkembang dengan pesat di Nusantara.


 

 

 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved