Roboguru

Di antara kelima larutan berikut ini, yang mempunyai titik didih paling rendah adalah larutan ....

Pertanyaan

Di antara kelima larutan berikut ini, yang mempunyai titik didih paling rendah adalah larutan ....space

  1. K Al open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 2 space 0 comma 03 space M

  2. Na Cl space 0 comma 02 space M

  3. C subscript 6 H subscript 12 O subscript 6 space 0 comma 03 space M

  4. Mg open parentheses N O subscript 3 close parentheses subscript 2 space 0 comma 02 space M

  5. Al subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 space 0 comma 01 space M 

Pembahasan Video:

Pembahasan Soal:

Kenaikan titik didih adalah kenaikan titik didih suatu pelarut tertentu setelah ditambahkan zat terlarut yang tidak mudah menguap. Semakin banyak jumlah zat terlarutnya maka semakin besar pula kenaikan titik didih larutannya, dan begitu pula sebaliknya. Artinya titik didih larutan dipengaruhi oleh konsentrasi larutan, semakin kecil konsentrasi larutan semakin kecil kenaikan titik didihnya dan lebih kecil pula titik didih larutannya. 

Selain dipengaruhi konsentrasi, kenaikan titik didih larutan juga dipengaruhi oleh faktor van't hoff. Sesuai dengan rumus kenaikan titik didih: 


increment T subscript b double bond m cross times K subscript b cross times i
 

terlihat bahwa kenaikan titik didih berbanding lurus dengan konsentrasi zat dan faktor van't hoff yang dalam hal ini adalah sama dengan jumlah ion. Artinya semakin tinggi konsentrasi dan faktor van't hoff (jumlah ion) maka semakin tinggi kenaikan titik didihnya. Berdasarkan pilihan jawaban terlihat bahwa terdapat larutan non elektrolit dan larutan elektrolit kuat. Larutan non elektrolit memiliki faktor van't hoff = 1. Artinya lebih kecil dibandingkan dengan larutan elektrolit kuat. Dengan demikian, yang memiliki titik didih rendah adalah larutan yang memiliki konsentrasi kecil dan faktor van't hoff (jumlah ion) yang kecil yaitu larutan non elektrolit. Pada pilihan jawaban, larutan non elektrolit adalah C subscript 6 H subscript 12 O subscript 6 space 0 comma 03 space M
 

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah C.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

N. Puspita

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Ke dalam 100 mL air dimasukkan 0,3 gram urea ( = 60). Larutan ini akan mempunyai titik didih yang sama dengan larutan .... 0,2 gram  ( = 40) dalam 10 mL air 1,8 gram glukosa ( = 180) dalam 200 mL ...

Pembahasan Soal:

Untuk memudahkan menjawab soal di atas, maka cara yang termudah adalah kita dapat mencari nilai kenaikan titik didih yang sama dari larutan-larutan tersebut karena pelarut yang digunakan adalah sama yaitu air.

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b space urea end cell equals cell m cross times K subscript b end cell row blank equals cell m subscript terlarut over Mr cross times 1000 over m subscript pelarut cross times K subscript b end cell row blank equals cell fraction numerator 0 comma 3 space g over denominator 60 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 100 space g end fraction cross times 0 comma 52 degree C forward slash molal end cell row blank equals cell 0 comma 026 degree C end cell end table 

Kenaikan titik didih urea adalah 0 comma 026 degree C, maka perlu dicari larutan yang memiliki kenaikan titik didih yang sama.

Penentuan massa pelarut air, ditentukan dengan persamaan massa jenis air. Nilai massa jenis air 1 g/mL, sehingga massa air sama dengan volumenya dalam satuan berat (gram).

1) 0,2 gram Na O H (M subscript r = 40) dalam 10 mL air

NaOH merupakan zat elektrolit, sehingga nilai increment T subscript b nya dipengaruhi oleh faktor van't Hoff (i), nilai i untuk NaOH adalah 2.

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b space Na O H end cell equals cell m cross times K subscript b cross times i end cell row blank equals cell m subscript terlarut over Mr cross times 1000 over m subscript pelarut cross times K subscript b cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis n minus sign 1 right parenthesis alpha right parenthesis end cell row blank equals cell fraction numerator 0 comma 2 space g over denominator 40 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 10 space g end fraction cross times 0 comma 52 degree C forward slash molal cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis 2 minus sign 1 right parenthesis 1 right parenthesis end cell row blank equals cell 0 comma 52 degree C end cell end table 

2) 1,8 gram glukosa (M subscript r = 180) dalam 200 mL air

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b space glukosa end cell equals cell m cross times K subscript b end cell row blank equals cell m subscript terlarut over Mr cross times 1000 over m subscript pelarut cross times K subscript b end cell row blank equals cell fraction numerator 1 comma 8 space g over denominator 180 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 200 space g end fraction cross times 0 comma 52 degree C forward slash molal end cell row blank equals cell 0 comma 026 degree C end cell end table 

3) 1,8 gram glukosa (M subscript r = 180) dalam 100 mL air

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b space glukosa end cell equals cell m cross times K subscript b end cell row blank equals cell m subscript terlarut over Mr cross times 1000 over m subscript pelarut cross times K subscript b end cell row blank equals cell fraction numerator 1 comma 8 space g over denominator 180 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 100 space g end fraction cross times 0 comma 52 degree C forward slash molal end cell row blank equals cell 0 comma 052 degree C end cell end table 

4) 3,6 gram sukrosa (M subscript r = 360) dalam 200 mL air

table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b space sukrosa end cell equals cell m cross times K subscript b end cell row blank equals cell m subscript terlarut over Mr cross times 1000 over m subscript pelarut cross times K subscript b end cell row blank equals cell fraction numerator 3 comma 6 space g over denominator 360 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 200 space g end fraction cross times 0 comma 52 degree C forward slash molal end cell row blank equals cell 0 comma 026 degree C end cell end table 

Dari perhitungan di atas, yang memiliki kenaikan titik didih yang sama adalah opsi nomor 2 dan 4.

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.

0

Roboguru

Agar titik didih air naik  di atas titik didihnya, ke dalam setiap liter air harus ditambahkan . ... ( air = ) 4 gram  ( = 40) 12 gram  ( = 120) 40 gram  ( = 400) 120 gram urea ( = 60)

Pembahasan Soal:

Untuk dapat menjawab soal di atas, maka harus dihitung satu persatu kenaikan titik didih larutan. 

1)  4 gram Na O H (M subscript r = 40)


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell m cross times K subscript b cross times i end cell row blank equals cell fraction numerator m subscript terlarut open parentheses g close parentheses over denominator Mr end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator m subscript pelarut open parentheses g close parentheses end fraction cross times K subscript b cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis n minus sign 1 right parenthesis alpha right parenthesis end cell row blank equals cell fraction numerator 4 space g over denominator 40 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 1000 space g end fraction cross times 0 comma 5 degree C forward slash molal cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis 2 minus sign 1 right parenthesis 1 right parenthesis end cell row blank equals cell 0 comma 1 degree C end cell end table 
 

2)  12 gram Mg S O subscript 4 (M subscript r = 120)


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell m cross times K subscript b cross times i end cell row blank equals cell fraction numerator m subscript terlarut open parentheses g close parentheses over denominator Mr end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator m subscript pelarut open parentheses g close parentheses end fraction cross times K subscript b cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis n minus sign 1 right parenthesis alpha right parenthesis end cell row blank equals cell fraction numerator 12 space g over denominator 120 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 1000 space g end fraction cross times 0 comma 5 degree C forward slash molal cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis 3 minus sign 1 right parenthesis 1 right parenthesis end cell row blank equals cell 0 comma 15 degree C end cell end table 
 

3)  40 gram Fe subscript 2 open parentheses S O subscript 4 close parentheses subscript 3 (M subscript r = 400)


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell m cross times K subscript b cross times i end cell row blank equals cell fraction numerator m subscript terlarut open parentheses g close parentheses over denominator Mr end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator m subscript pelarut open parentheses g close parentheses end fraction cross times K subscript b cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis n minus sign 1 right parenthesis alpha right parenthesis end cell row blank equals cell fraction numerator 40 space g over denominator 400 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 1000 space g end fraction cross times 0 comma 5 degree C forward slash molal cross times left parenthesis 1 plus left parenthesis 5 minus sign 1 right parenthesis 1 right parenthesis end cell row blank equals cell 0 comma 25 degree C end cell end table 
 

4)  120 gram urea (M subscript r = 60)


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell m cross times K subscript b end cell row blank equals cell fraction numerator m subscript terlarut open parentheses g close parentheses over denominator Mr end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator m subscript pelarut open parentheses g close parentheses end fraction cross times K subscript b end cell row blank equals cell fraction numerator 120 space g over denominator 60 space g forward slash mol end fraction cross times fraction numerator 1000 space g over denominator 1000 space g end fraction cross times 0 comma 5 degree C forward slash molal end cell row blank equals cell 1 degree C end cell end table 


Yang mengalami kenaikan sebesar 1 degree C adalah Urea. Sehingga hanya nomor 4 yang benar.

Jadi, jawaban yang tepat adalah D.

0

Roboguru

Larutan berikut yang memiliki titik didih paling tinggi adalah...

Pembahasan Soal:

Larutan yang memiliki titik didih tertinggi adalah larutan elektrolit yang memiliki molalitas terbesar dan nilai n besar. Nilai n berasal dari jumlah koefisien (jumlah ion) yang dihasilkan pada proses ionisasi. Nilai n nantinya akan berpengaruh sebagai faktor van't Hoff i pada hitungan.

Berdasarkan pilihan jawaban, yang merupakan larutan elektrolit adalah:

1. Cu S O subscript 4 0,2 m


Cu S O subscript 4 yields Cu to the power of 2 plus sign and S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent


memiliki n= 2, sehingga nilai titik didihnya adalah:


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell K subscript b cross times m cross times i end cell row blank equals cell K subscript b cross times 0 comma 2 cross times 2 end cell row blank equals cell 0 comma 4 K subscript b end cell end table


2. K subscript 2 S O subscript 4 0,1 m

 

K subscript 2 S O subscript 4 yields 2 K to the power of plus sign and S O subscript 4 to the power of 2 minus sign end exponent


memiliki n= 3, sehingga nilai titik didihnya adalah:


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell K subscript b cross times m cross times i end cell row blank equals cell K subscript b cross times 0 comma 1 cross times 3 end cell row blank equals cell 0 comma 3 K subscript b end cell end table


 

3. Na Cl 0,3 m

 

Na Cl yields Na to the power of plus sign and Cl to the power of minus sign


memiliki n= 2, sehingga nilai titik didihnya adalah:


table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row cell increment T subscript b end cell equals cell K subscript b cross times m cross times i end cell row blank equals cell K subscript b cross times 0 comma 3 cross times 2 end cell row blank equals cell 0 comma 6 K subscript b end cell end table


Jadoi, yang memiliki titik didih tertinggi adalah E.

0

Roboguru

Jika larutan 17,2 g sukrosa (Mr = 342) dalam 50 mL air mendidih pada temperatur 100,52°C, berapa titik didih larutan 8,3 g KI (Mr = 166) dalam 200 mL air?

Pembahasan Soal:

Untuk mencari titik didih larutan KI, dibutuhkan data Kb air yang bisa dicari berdasarkan informasi titik didih larutan sukrosa. Berikut adalah langkah-langkah mencari nilai titik didih larutan KI:

  1. Mencari nilai Kb

    Nilai Kb didapatkan dari data titik didih larutan sukrosa, dimana untuk mencari nilai kenaikan titik didih larutan sukrosa adalah:

    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row blank blank cell increment T subscript b double bond T subscript b bond T subscript b degree equals 100 comma 52 degree C minus sign 100 degree C equals 0 comma 52 degree C end cell end table 

    Perhitungan mencari nilai Kb adalah sebagai berikut: 

    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row blank blank cell increment T subscript b double bond K subscript b cross times m 0 comma 52 degree C double bond K subscript b cross times fraction numerator massa space sukrosa over denominator Mr end fraction cross times fraction numerator 1000 over denominator massa space air end fraction 0 comma 52 degree C double bond K subscript b cross times fraction numerator 17 comma 2 space g over denominator 342 space g point mol to the power of negative sign 1 end exponent end fraction cross times fraction numerator 1000 over denominator 50 space g end fraction 0 comma 52 degree C point m to the power of negative sign 1 end exponent equals K subscript b end cell end table 
     
  2. Mencari nilai kenaikan titik didih dan titik didih larutan KI

    Setelah menemukan nilai Kb air, maka kenaikan titik didih dan titik didih larutan KI dapat dicari sesuai perhitungan di bawah ini:

    table attributes columnalign right center left columnspacing 0px end attributes row blank blank cell increment T subscript b double bond K subscript b cross times m cross times i equals K subscript b cross times fraction numerator massa space K I over denominator Mr space K I end fraction cross times fraction numerator 1000 over denominator massa space air end fraction cross times i equals 0 comma 52 degree C point m to the power of negative sign 1 end exponent cross times fraction numerator 8 comma 3 space g over denominator 166 space g point mol to the power of negative sign 1 end exponent end fraction cross times fraction numerator 1000 over denominator 200 space g end fraction cross times 2 equals 0 comma 26 degree C end cell row blank blank blank row blank blank cell T subscript b double bond T subscript b degree plus increment T subscript b equals 100 degree C plus 0 comma 26 degree C equals 100 comma 26 degree C end cell end table 

    Catatan: KI merupakan larutan elektrolit yang dapat membentuk 2 ion sehingga dalam perhitungan mencari nilai kenaikan titik didih harus dikalikan dengan fakror van't Hoff.

Jadi, titik didih larutan 8,3 g KI dalam 200 mL air sebesar 100,26oC.space 

0

Roboguru

Perhatikan data 3 zat terlarut berikut : Zat A: mudah larut dan berupa zat non elektrolit Zat B: mudah larut dan berupa zat elektrolit lemah Zat C: mudah larut dan terionisasi sempurna Jika ketiga z...

Pembahasan Soal:

Percobaan-percobaan menunjukkan bahwa kenaikan titik didih maupun penurunan titik beku tidak tergantung pada jenis zat terlarut, tetapi hanya pada konsentrasi partikel dalam larutan. Oleh karena itu, kenaikan titik didih dan penurunan titik beku tergolong sifat koligatif. Untuk larutan encer, kenaikan titik didih (Tb) dan penurutan titik beku (Tf) sebanding dengan molalitas larutan. 

Tb=mxKbxiTb=mxKbx(1+(n1)α) 

Zat A merupakan nonelektrolit maka nilai titik didihnya lebih kecil daripada Zat B. Zat B merupakan elektrolit lemah yang terionisasi sebagian maka memiliki nilai derajat ionisasi kurang dari 1, sehingga lebih kecil daripada zat C yang terionisasi sempurna, karena zat yang terionisasi sempurna memiliki nilai derajat ionisasi 1. 

Jadi, yang paling tinggi adalah Zat C, kemudian Zat B, lalu Zat A. 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved