Roboguru

Dalam menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, pasukan-pasukan TNI mengalami kesulitan, sebab ...

Pertanyaan

Dalam menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, pasukan-pasukan TNI mengalami kesulitan, sebab ...

  1. Keterbatasan persenjataan

  2. Tidak didukung oleh masyarakat setempat

  3. Medan pertempuran yang cukup berat

  4. Kurangnya komunikasi dengan pemerintah pusat

Pembahasan Soal:

Operasi Pagar Betis adalah operasi militer Indonesia untuk mengakhiri pemberontakan DI/TII di Jawa Barat yang dipimpin oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. Operasi ini dilakukan dengan mengepung markas pemberontak di Gunung Geber. Operasi ini dinamakan “pagar betis” karena pasukan TNI mengepung basis-basis pemberontak DI/TII sehingga membatasi ruang gerak mereka. Dalam operasi ini, TNI yang dipimpin oleh Divisi Siliwangi untuk mengepung wilayah-wilayah yang menjadi basis kekuatan DI/TII dan membatasi gerakkan mereka.

Pemerintah sempat mengalami kesulitan karena beberapa faktor diantaranya: 

  • medannya berupa daerah pegunungan sehingga sangat mendukung pasukan DI/TII untuk bergerilya, 
  • pasukan Kartosoewirjo dapat bergerak dengan leluasa di kalangan masyarakat,
  • pasukan DI/TII mendapat bantuan dari beberapa orang Belanda, dan
  • suasana politik yg tidak stabil dan sikap beberapa kalangan partai politik telah mempersulit usaha pemulihan keamanan.

Akhirnya, pada tanggal 4 Juni 1962, Kartosuwiryo berhasil ditangkap di Gunung Geber. Tertangkapnya Kartosoewirjo ini mengakhiri pemberontakan DI/TII di Jawa Barat.undefined

Dengan demikian, maka salah satu kesulitan yang dihadapi pasukan TNI dalam menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat adalah medan pertempuran yang cukup berat. Dengan medan tersebut menyebabkan pasukan DI/TII bergerak dengan leluasa untuk bergerilya karena mereka sudah hafal wilayah setempat.undefined

Jadi, jawaban yang tepat adalah C.undefined

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

C. Sianturi

Terakhir diupdate 13 Agustus 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Dalam menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, pasukan-pasukan TNI mengalami kesulitan, sebab ....

Pembahasan Soal:

Pemberontakan DI/TII Jawa Barat terjadi pada tahun 1948 di bawah pimpinan Kartosuwiryo. Dalam upaya memberantas pemberontakan tersebut, pemerintah membentuk Operasi Pagar Betis. Dalam perkembangannya pasukan TNI mengalami sedikit kesulitan karena medan tempur yang berkontur pegunungan dan sudah dikuasai oleh pasukan DI/TII serta adanya bantuan secara diam-diam dari masyarakat sekitar yang menganggap bahwa DI/TII merupakan sosok pahlawan.

Dengan demikian kesulitan yang dihadapi oleh pasukan TNI dalam menumpas DI/TII adalah faktor geografis serta adanya bantuan secara diam-diam dari masyarakat pendukung DI/TII.

0

Roboguru

No Nama Pemberontakan Tokoh/ penggerak penyebab Upaya penyelesaian Dampak 2.  DI/TII di Jawa Barat

Pembahasan Soal:

Dengan demikian, Pemberontakan DI/TII di Jawa Tengah di pimpin oleh SM Kartosoewirjo diakibatkan penentangan terhadap perjanjian Renville dan ingin mendirikan negara Islam di Indonesia. Penumpasan gerakan ini dengan cara Operasi Pagar Betis, serta dampak yang dirasakan adalah timbulnya disintegrasi bangsa Indonesia dan keresahan masyarakat

0

Roboguru

Kartosuwiryo beserta pengawalnya berhasil ditangkap oleh Pasukan Siliwangi dalam suatu operasi....

Pembahasan Soal:

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat dipimpin oleh Kartosuwiryo yang memproklamirkan berdirinya Negara Islam Indonesia (NII) pada tanggal 7 Agusutus 1949 di Tasikmalaya, Jawa Barat. Pemberontakan DI/TII berlangsung selama 13 tahun berdampak pada melemahnya pertumbuhan ekonomi masyarakat serta ribuan ibu-ibu menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim piatu. Dalam hal ini diperkirakan ada sekitar 13.000 rakyat Sunda, anggota organisasi keamanan desa “OKD” serta tentara gugur.

Untuk mengatasi pemberontakan ini, Pemerintah Indonesia awalnya ingin menyelesaikan dengan jalur damai dengan mengirim Mohammad Natsir sebagai delegasinya. Akan tetapi upaya tersebut gagal, pada akhirnya pemerintah melakukan operasi militer yang dikenal dengan nama Operasi Bharatayuda. Pada tanggal 4 juni 1962, S.M.Kartosuwiryo beserta para pengikutnya berhasil ditanggap oleh pasukan Siliwangi di Gunung Geber, Majalaya, Jawa Barat. Kartosuwiryo pada akhirnya melalui pengadilan di eksekusi mati karena telah melakukan pemberontakan yang berbahaya bagi keutuhan NKRI.

Dengan demikian pemberontakan DI/TII di Jawa Barat diselesaikan dengan operasi militer yang dikenal dengan Operasi Bharatayuda.

0

Roboguru

Berikut ini merupakan operasi militer untuk menumpas pemberontakan DI/TII Jawa Barat adalah ....

Pembahasan Soal:

Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat di pimpin oleh Kartosuwiryo pada tahun 1948. Latar belakang pemberontakan DI/TII Jawa Barat adalah keinginanKartosuwiryo dalam mendirikan negara Islam serta penolakannya terhadap pemindahan pasukan Hizbullah dan Sabilillah dari Jawa Barat sebagai dampak dari Perjanjian Renville. Pemberontakan tersebut selanjutnya direspon pemerintah dengan melakukan operasi militer tahun 1959, yang bernama "Operasi Pagar Betis". Melalui operasi ini, Kartosuwiryo berhasil ditangkap pada tahun 1962.

Dengan demikian operasi militer untuk menumpas pemberontakan DI/TII Jawa Barat adalah operasi Pagar Betis.

1

Roboguru

Dalam menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, pasukan TNI mengalami kesulitan karena...

Pembahasan Soal:

Pemberontakan DI/TII di wilayah Jawa Barat membawa bahaya tersendiri bagi pemerintah Republik Indonesia. Selain lokasinya yang sangat dekat dengan pusat pemerintahan di Jakarta, medan perang yang sulit karena berbentuk hutan dan gunung serta dukungan rakyat setempat pada kaum pemberontak membuat TNI kesulitan dalam meredam pemberontakan ini secara militer. Untuk mengakomodasi kesulitan - kesulitan tersebut, TNI mengadopsi taktik baru yaitu menggunakan strategi pagar betis dengan memanfaatkan partisipasi warga yang telah diedukasi tentang bahaya DI/TII terhadap kesatuan bangsa Indonesia. Seiring dengan makin berkurangnya dukungan masyarakat, serta wilayah operasinya yang makin terbatas akibat kepungan pasukan TNI di berbagai tempat, pemberontakan ini akhirnya berhasil ditumpas.


Dengan demikian, kesulitan yang dialami TNI dalam menumpas pemberontakan DI/TII di Jawa Barat, disebabkan oleh sulitnya medan tempur serta adanya bantuan secara diam-diam dari masyarakat pendukung DI/TII.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved