Roboguru

Bangunan pada zaman megalitikum yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang adalah

Pertanyaan

Bangunan pada zaman megalitikum yang berfungsi sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang adalah 

  1. Waruga 

  2. Dolmen 

  3. Sarkofagus 

  4. Kubur Batu 

Pembahasan Soal:

Dolmen adalah peninggalan berbentuk meja batu, yang  biasanya ditempatkan di tempat yang dikeramatkan atau di tempat berlangsungnya suatu upacara yang berhubungan dengan pemujaan roh nenek moyang. Bangunan dolmen itu sendiri memiliki banyak bentuk dan fungsi, beberapa di antaranya  berfungsi sebagai tempat duduk seorang ketua suku atau tempat meletakkan sesaji.

Berdasarkan penjelasan tersebut, jawaban yang tepat adalah B.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

F. Putri

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Lampung

Terakhir diupdate 04 Juni 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tabel Corak Kehidupan Masa Praaksara di Indonesia Lengkapilah tabel di bawah ini!

Pembahasan Soal:

Megalitikum berasal dari kata Mega yang beararti besar dan lithik artinya batu Oleh karena itu, banyak yang menyebut zaman megalitikum ini dengan zaman batu besar. Manusia purba yang hidup di era tersebut menggunakan peralatan yang masih terbuat dari batu. Artefak-artefak batu yang digunakan dan dibuat oleh manusia purba pada zaman ini tergolong berukuran besar dan ditata atau dibentuk sedemikian rupa. Pada zaman megalitikum manusia sudah mengenal kepercayaan, meskipun jenis kepercayaannya berada di tingkat awal yaitu terhadap nenek moyang dan juga benda-benda mati yang dianggap memiliki kekuatan spiritual. Munculnya kepercayaan kepada roh leluhur ini menjadi pertanda bahwa pengetahuan manusia di era tersebut sudah mengalami peningkatan.Manusia purba yang hidup pada periode megalitikum manusia tidak lagi bergantung pada hewan buruan dan juga tanaman-tanaman sekitar, karena, manusia pada zaman ini sudah mampu untuk memproduksi makannya sendiri dengan bertani dan berternak hewan.

Karena hidup mereka yang tidak lagi nomaden, pada masa ini sudah muncul struktur sosial yang berbentuk hierarkis. Terdapat seorang ketua yang memimpin komunitasnya dan dianggap sebagai Primus Interpares atau pertama dari yang setara. Hal ini pun akan berevolusi menjadi sistem kasta dan pembagian pekerjaan. Dengan adanya pembagian pekerjaan, maka lebih banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh manusia, serta memungkinkan adanya spesialisasi pekerjaan dan keterampilan. Pada zaman Megalitikum ini mereka Sudah mengenal barter dan perdagangan sederhana antar kelompok manusia.

Adapun hasil kebudayaan pada Zaman Megalitikum diantaranya adalah.

  1. Menhir adalah tugu batu tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang. Lokasi penemuan menhir di Indonesia ada di Sumatera, Sulawesi Tengah dan Kalimantan.
  2. Dolmen adalah meja batu tempat menaruh sesaji yang dipersembahkan kepada roh nenek moyang. Di bawah dolmen biasanya sering ditemukan kubur batu. Namun kebanyakan di sekitar dolmen ditemukan manik-manik atua gerabah.
  3. Waruga adalah kubur batu yang berbentuk kubus atau bulat. Waruga dibuat dari batu utuh dan banyak ditemukan di daerah Sulawesi Tengah dan Utara. Waruga juga merupakan wadah penguburan ini ditemukan di Sawangan, Sulawesi Utara. Waruga yang bertinggi 125 cm dan lebar 58 cm ini punya pola hias yang terdiri dari tiga buah muka manusia yang memkai hiasan kepala atau mahkota. Ada juga pola hias sulur yang kemudian distilir menjadi ular atau naga.
  4. Punden berundak merupakan bangunan suci tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat. Bangunan ini banyak ditemukan di daerah Lebak Banten. Salah satu punden berundak fenomenal di Indonesia adalah situs Gunung Padang di Cianjur.

Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah corak kehidupan pada Zaman Megalitikum ini di tandai dengan manusia yang sudah mulai mengenal kepercayaan, meskipun jenis kepercayaannya berada di tingkat awal yaitu terhadap nenek moyang dan juga benda-benda mati yang dianggap memiliki kekuatan spiritual. Selain itu sudah muncul pula struktur sosial dan hierarki tertentu yang mengatur suatu komunitas. Manusia purba yang hidup pada periode megalitikum manusia tidak lagi bergantung pada hewan buruan dan juga tanaman-tanaman sekitar, karena, manusia pada zaman ini sudah mampu untuk memproduksi makannya sendiri dengan bertani dan berternak hewan. Adapun peninggalan pada zaman ini diantaranya adalah Dolmen, Menhir, Punden Berundak dan Waruga.

0

Roboguru

Zaman megalitikum disebut juga zaman batu besar. Deskripsikan ciri-ciri kehidupan manusia pada zaman tersebut!

Pembahasan Soal:

Megalithikum sering disebut dengan tradisi atau budaya Megalithik. Mega beararti besar dan lithik artinya batu sehingga disebut dengan batu besar karena pada masa itu manusia yang hidup menggunakan batu yang berukuran besar sebagai peralatan sehari-hari. Secara umum, kehidupan manusia pada masa Megalitikum ini sama dengan pola kehidupan manusia pada Zaman Neolitikum dan Zaman Logam. Budaya Megalithik lebih mengarah kepada sebuah pemujaan terhadap nenek moyang. Kehidupan ini dapat kita pahami antara lain yaitu kehidupan secara sosial, ekonomi, kepercayaan serta kebudayaan-kebudayaan yang dihasilkan oleh manusia pada zaman ini. Ciri-ciri kehidupannya yaitu:

  1. Kehidupan sosial manusia Megalitikum. Manusia purba yang hidup pada periode megalitikum sudah memiliki kemampuan untuk hidup menetap di suatu tempat dengan mengandalkan rumah-rumah permanen, pertanian, peternakan, serta ilmu pengolahan batu dan logam mereka. Karena hidup mereka yang tidak lagi nomaden, pada masa ini sudah muncul struktur sosial yang berbentuk hierarkis. Terdapat seorang ketua yang memimpin komunitasnya dan dianggap sebagai Primus Interpares atau pertama dari yang setara. Hal ini pun akan berevolusi menjadi sistem kasta dan pembagian pekerjaan. Dengan adanya pembagian pekerjaan, maka lebih banyak aktivitas yang dapat dilakukan oleh manusia, serta memungkinkan adanya spesialisasi pekerjaan dan keterampilan. Hal ini lah yang menjadi ciri khas dari masa perundagian, dimana terdapat kelompok manusia yang memiliki keterampilan mengolah logam yang mumpuni.
  2. Kehidupan ekonomi manusia Megalitikum. Pada masa megalitikum, manusia purba yang ada sudah mengenal perdagangan secara sederhana, yaitu melalui barter atau pertukaran barang. Pertukaran barang ini bukan untuk mencari keuntungan, tetapi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dari masyarakat tersebut.
  3. Kehidupan spiritual manusia Megalitikum. Pada kehidupan kepercayaan ini, manusia mulai berinisiatif untuk mendirikan bangunan batu berukuran besar sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Mereka telah mengenal adanya kekuataan roh (anismisme) dan percaya bahwa beberap benda memiliki kekuatan gaib (dinamisme). Sehingga kebudayaan yang dihasilkan kebanyakan akan berkaitan dengan pemujaan roh nenek moyang yang ukurannya besar seperti Menhir, Dolmen, Sarkopagus, Waruga, Punden Berundak,  dan Arca Batu. 

Dengan demikian, ciri ciri kehidupan Megalithikum (timbul di Zaman Neolithikum dan Logam) secara umum menggambarkan manusia yang telah mengalami revolusi agribudaya dimana mereka telah bermukim untuk mengembangkan pemenuhan kebutuhan menjadi bercocok tanam dan sudah mengenal adanya barter. Bahkan manusia telah mengenal adanya kepercayaan dengan mewujudkannya dalam bangunan besar. 

2

Roboguru

Jelaskan kebudayaan Megalitikum itu!

Pembahasan Soal:

Megalitikum (mega=besar; lithos = batu). Kedua kata tersebut berasal dari Yunani. Yang dimaksud dengan bangunan megalitikum adalah bangunan-bangunan yang dibuat dari batu-batu besar dan digunakan dalam hubungannya dengan kepercayaan zaman pra sejarah. Bangunan megalitikum dibuat dari batu-batu besar yang sering harus didatangkan dari tempat lain sebelum didirikan di suatu tempat yang dipilih. Untuk dapat melaksanakan hal tersebut tentu telah dikerahkan sejumlah besar tenaga. Walaupun pengerahan tenaga didasarkan atas asas gotong-royong, tetapi tentunya hanya dapat dilaksanakan jika pembuatan bangunan itu dirasakan cukup penting oleh masyarakat. Dalam kenyataannya pembuatan bangunan megalitikum memang sesuatu yang menyangkut kepentingan seluruh masyarakat yang membangunnya. Bangunan-bangunan megalitikum adalah bangunan-bangunan yang sangat penting pada masa itu. Bangunan itu dibangun untuk kepentingan penghormatan
dan pemujaan nenek moyang mereka. Hasil-hasil budaya megalitikum ialah sebagai berikut:

  1. Menhir, yaitu tugu dari batu tunggal. Fungsinya sebagai tanda peringatan suatu peristiwa atau sebagai tempat pemujaan roh nenek moyang. Karena itu menhir dipuja orang. Menhir ditemukan di berbagai tempat di Indonesia, misalnya di Sumatra Selatan, Sulawesi Tengah, dan Kalimantan.
  2. Dolmen, yaitu meja batu, yang fungsinya sebagai tempat meletakkan sajian untuk pemujaan roh nenek moyang. Jadi dianggap sebagai tempat pemujaan. Kecuali sebagai meja untuk meletakkan sesaji, ada juga dolmen yang dipergunakan sebagai peti mayat. Bangunan ini oleh penduduk disebut: "makam Cina". Pada temuan dolmen ini terdapat tulang-tulang manusia. Kecuali itu, juga ditemukan bendabenda lain seperti periuk, gigi binatang, porselin dan pahat dari besi. Benda-benda itu dianggap sebagai bekal bagi yang meninggal di dunia baru. Dolmen banyak ditemukan di Jawa Timur, terutama di daerah Bondowoso.
  3. Sarkofagus atau keranda yaitu peti batu besar bentuknya seperti palung/lesung dan diberi tutup. Fungsinya sebagai kuburan atau peti mayat. Di dalamnya ditemukan tulang-tulang manusia bersama bekal kuburnya. Bekal kubur ini berupa periuk-periuk, beliung persegi dan perhiasan dan juga benda-benda perunggu dan besi. Daerah temuan yang paling banyak ialah Bali. Hampir di setiap desa ditemukan Sarkofagus. Di Bali, sampai sekarang Sarkofagus masih dianggap keramat dan dianggap mengandung suatu kekuatan magis.

Dengan demikian, zaman megalitikum merupakan zaman dimana masyarakat mulai membangun bangunan atau monument yang terbuat dari batu. Pada zaman ini, alat dibuat dari batu besar seperti menhir, dolmen, Punden berundak, dan sarkofagus.

0

Roboguru

Sebutkan masing masing 3 corak kehidupan masyarakat Indonesia pada masa megalitikum....

Pembahasan Soal:

Corak kehidupan pada zaman megalitikum adalah manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dari batu besar. Contohnya tempat pemujaan untuk leluhur, tempat tinggal, meja dan juga peti kuburan yang terbuat dari batu. Selain itu zaman ini sudah mengenal adanya kepercayaan walaupun masih kepada leluhur nenek moyang, ini menandakan kemampuan berpikir manusia zaman ini sudah meningkat. Pada zaman megalithikum manusia sudah membuat dan meningkatkan kebudayaan yang tebuat dari batu-batu besar. Contohnya Menhir, Dolmen, Sarkofagus, Kubur batu, Punden Berundak, dan Arca Batu. Pada zaman ini pengetahuan manusia sudah semakin meningkat dengan berbagai aktifivitas yang dilakukan seperti berburu, mengumpulkan makanan, dan bercocok tanam. Kehidupan manusia pada saat itu juga sudah mengenal kepercayaan" terhadap leluhur.

Dengan demikian, Corak kehidupan pada zaman megalitikum adalah manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dari batu besar,  mengenal adanya kepercayaan walaupun masih kepada leluhur nenek moyang, dan kemampuan berpikir manusia zaman ini sudah meningkat.

0

Roboguru

Ciri kehidupan manusia masa Megalitikum ditunjukkan pada nomor .. Perhatikan ciri-ciri berikut! Hasil budaya sudah halus. Sudah mengenal teknik cire perdue. Manusia sudah mengenal kepercayaan. ...

Pembahasan Soal:

Megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar, dan lithos yang berarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar,karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkan kebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. Kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu. Berikut ini adalah ciri-ciri zaman megalitikum antara lain.

  1. Masyarakatnya menggunakan dan meninggalkan kebudayaan yang terbuat dari batu besar.
  2. Berkembang dari zaman neolitikum hingga zaman perunggu.
  3. Masyarakatnya mengenal kepercayaan animisme.
  4. Masyarakatnya mengenal teknik bercocok tanam dan beternak.
  5. Masyarakatnya menerapkan tradisi gotong royong.

Berikut ini merupakan peninggalan pada zaman Megalitikum.

  1. Dolmen, yaitu meja batu. Dolmen banyak ditemukan di Besuki, Jawa Timur.
  2. Kubur batu, yaitu peti tempat menyimpan jenazah yang dibuat dari batu. Kubur batu banyak ditemukan di Bali, Pasemah (Sumatra Selatan), Wonosari (Yogyakarta), Cepu (Jawa Tengah), dan Cirebon (Jawa Barat).
  3. Sarkofagus, yaitu peti tempat menyimpan jenazah bentuknya seperti palung atau lesung yang dibuat dari batu yang utuh dan diberi penutup. Sarkofagus banyak ditemukan di Bali dan Bondowoso (Jawa Timur).
  4. Waruga, yaitu kubur batu berbentuk kubus atau bulat yang terbuat dari batu besar yang utuh. Waruga banyak ditemukan di Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah.
  5. Punden berundak, yaitu bangunan berteras-teras tempat pemujaan roh nenek moyang. Peninggalan ini banyak ditemukan di Lebak Sibedug (Banten Selatan), Leles (Garut), dan Kuningan (Jawa Barat).
  6. Menhir, yaitu batu besar berupa batu tunggal seperti tiang atau tugu yang berfungsi sebagai tanda peringatan arwah nenek moyang. Menhir banyak ditemukan di Pasemah (Sumatra Selatan), Ngada (Flores), Rembang (Jawa Tengah), dan Lahat (Sumatra Selatan).
  7. Arca atau patung, yaitu bangunan batu berupa binatang atau manusia yang melambangkan nenek moyang dan menjadi pujaan. Peninggalan ini banyak ditemukan di Pasemah (Sumatra Selatan) dan lembah Bada Lahat (Sulawesi Selatan).

Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah E.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved