Roboguru

Bagaimana hubungan gaya antardipol pada ikatan hidrogen terhadap titik didih senyawanya?

Pertanyaan

Bagaimana hubungan gaya antardipol pada ikatan hidrogen terhadap titik didih senyawanya? 

Pembahasan Soal:

    Ikatan hidrogen adalah interaksi dipol-dipol antara molekul yang memiliki H yang terikat pada atom berukuran kecil yang memiliki keelektronegatifan tinggi seperti N, O atau F.

    Ikatan hidrogen adalah interaksi antar molekul paling kuat dibanding dengan interaksi yang lainnya. Senyawa hidrida yang memiliki ikatan hidrogen akan memiliki titik didih tertinggi dibandingkan dengan senyawa hidrida unsur lain dalam satu golongan.

Jadi, adanya ikatan hidrogen menyebabkan titik didih senyawa hidrida tersebut lebih tinggi dibanding senyawa hidrida unsur lain dalam satu golongan. 

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

I. Nur

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

Terakhir diupdate 13 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Susunlah urutan molekul-molekul asam halida pada setiap golongan berikut IVA, VA, VIA, dan VIIA menurut kenaikan titik didihnya!

Pembahasan Soal:

Asam halida adalah senyawa asam yang anionnya merupakan unsur-unsur halida (golongan VIIA). Titik didih senyawa adalah suhu pada saat molekul-molekul zat cair mulai berubah menjadi gas (merenggangkan interaksi antar molekulnya) pada tekanan tertentu. Pada pemanasan diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dalam zat cair. Makin kuat gaya tarik antarmolekul, makin tinggi titik didihnya. Idealnya, semakin luas permukaan molekul, makin kuat gaya dispersi antarmolekul, maka titik didihnya semakin tinggi. Jika ditinjau dari jari-jari atom unsur dalam satu golongan, dari atas ke bawah jari-jarinya semakin besar dan berat molekulnya semakin besar. Artinya titik didih senyawa asam halida seharusnya meningkat dari HF hingga HI. Namun, ternyata titik didih HF adalah yang tertinggi diantara asam halida, kemudian baru HI, HBr, dan yang terkecil adalah HCl. Ternyata kekuatan interaksi antar molekul juga mempengaruhi kuatnya interaksi antar molekul. Interaksi molekul kovalen ini tergantung pada kepolaran molekul, yang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu gaya London (gaya dispersi), ikatan dipol-dipol, dan ikatan hidrogen. Ikatan hidrogen adalah interaksi antarmolekul yang terjadi antara atom hidrogen dengan unsur-unsur yang sangat elektronegatif, yaitu F, O, dan N. Oleh sebab itu, HF memiliki titik didih yang tertinggi (karena ikatan H dengan F antarmolekulnya). Sehingga urutan titik didihnya menjadi:

HF > HI > HBr > HCl

Hal yang sama akan terjadi pada asam yang anionnya adalah golongan VIA dan VA karena interaksi H dengan O (golongan VI A) antarmolekul pada senyawa H subscript 2 O dan H dengan N (golongan VA) pada N H subscript 3 merupakan ikatan hidrogen. Sedangkan H dengan C (golongan IVA) tidak mengalami hal demikian karena ini bukan termasuk ikatan hidrogen, sehingga kecenderungannya adalah titik didih semakin tinggi dengan bertambahnya berat molekul. Grafik titik didih senyawa tersebut adalah sebagai berikut:

Jadi, urutan molekul-molekul asam halida adalah HF > HI > HBr > HCl.

0

Roboguru

Senyawa yang mempunyai titik didih paling tinggi ialah ... ( H=1, C=12, N=14, O=16, F=19, Mg=24, S=32)

Pembahasan Soal:

Terdapat kesalahan nilai italic A subscript r pada soal, sehingga golongan tiap unsur sebagai berikut:

H presubscript 1 equals 1 s to the power of 1; ev H = 1; gol I A
C presubscript 6 equals 1 s squared space 2 s squared space 2 p squared; ev C = 4; gol IV A
N presubscript 7 equals 1 s squared space 2 s squared space 2 p cubed; ev N = 5; gol V A
O presubscript 8 equals 1 s squared space 2 s squared space 2 p to the power of 4; ev O = 6; gol VI A
F presubscript 9 equals 1 s squared space 2 s squared space 2 p to the power of 5; ev F = 7; gol VII A
Mg presubscript 12 equals 1 s squared space 2 s squared space 2 p to the power of 6 space 3 s squared; ev Mg = 2; gol II A
S presubscript 16 equals 1 s squared space 2 s squared space 2 p to the power of 6 space 3 s squared space 3 p to the power of 4; ev S = 6; gol VI A

Menentukan jenis ikatan tiap senyawa:

A. N subscript 2 O memiliki ikatan kovalen karena terbentuk dari unsur non logam (N) dan non logam (O).

B. C subscript 3 H subscript 8 memiliki ikatan kovalen karena terbentuk dari unsur non logam (C) dan non logam (H).

C. H F memiliki ikatan hidrogen karena terbentuk dari unsur H dan F (salah satu unsur yang dapat berikatan hidrogen).

D. Mg O memiliki ikatan ion karena terbentuk dari unsur logam (Mg) dan non logam (O).

E. S O subscript 2 memiliki ikatan kovalen karena terbentuk dari unsur non logam (N) dan non logam (O).

Pengaruh jenis ikatan terhadap titik didih senyawa yaitu titik didih larutan semakin besar pada ikatan hidrogen > ikatan ion > ikatan kovalen, hal ini dikarenakan kesulitan melepas ikatan antar unsur penyusunnya. Sehingga titik didih paling tinggi terdapat pada ikatan hidrogen yaitu HF.

Oleh karena itu, senyawa yang mempunyai titik didih paling tinggi ialah HF.

Jadi, jawaban yang benar adalah C.space 

0

Roboguru

Molekul-molekul yang memiliki massa molekul sama, akan memiliki titik didih lebih rendah jika ....

Pembahasan Soal:

Gaya London adalah gaya tarik-menarik antara molekul-molekul dalam zat yang bersifat nonpolar. Gaya London merupakan gaya yang relatif lemah. Zat yang molekulnya tarik-menarik hanya berdasarkan gaya London mempunyai titik leleh dan titik didih yang rendah dibandingkan dengan zat lain yang massa molekul relatifnya kira-kira sama.

Oleh karena itu, molekul-molekul yang memiliki massa molekul sama, akan memiliki titik didih lebih rendah jika hanya memiliki gaya London.

Jadi, jawaban yang benar adalah A.space 

0

Roboguru

Urutkan kenaikan titik didih senyawa berikut! NH3​(Mr​=17),PH3​(Mr​=34),AsH3​(Mr​=78)danSbH3​(Mr​=125).

Pembahasan Soal:

lkatan hidrogen merupakan gaya antarmolekul yang menghubungkan antara atom hidrogen dari suatu molekul dengan atom elektronegatif pada molekul yang lain, yaitu F, O, atau N. Ikatan hidrogen terbentuk pada senyawa yang memiliki gaya elektrostatik antar molekul yang sangat besar. Ikatan hidrogen juga dapat memengaruhi titik didih dan titik leleh suatu senyawa.

Titik didih senyawa dipengaruhi oleh dua faktor berikut:

  1. Semakin besar Mr suatu senyawa maka titik didihnya semakin tinggi. Hal ini dapat terjadi karena adanya proses pemisahan (perenggangan) antarmolekul sehingga perubahan wujud zat dari cair ke gas memerlukan energi yang besar. Adapun senyawa yang memiliki Mr kecil, titik didihnya cenderung rendah karena molekul tersebut mudah direnggangkan hingga lolos menjadi molekul gas.
  2. Semakin kuat gaya antar molekul, titik didihnya juga semakin tinggi. Perenggangan dan pemutusan gaya antar molekul diperlukan energi yang besar. Jika gaya antar molekul lemah, titik didihnya juga rendah. Akibatnya, dengan energi yang kecil pun, ikatannya dapat diputuskan dengan mudah. Senyawa yang mempunyai ikatan hidrogen mempunyai titik didih yang tinggi walaupun nilai Mr-nya kecil.

Untuk dapat menjawab pertanyaan di atas, maka titik didih senyawa-senyawa tersebut dapat diurutkan dengan memperhatikan kedua faktor yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika diurutkan berdasarkan massa molekul relatif (Mr) senyawanya, maka urutan kenaikan titik didih senyawanya adalah NH3<PH3<AsH3<SbH3. Jika diurutkan berdasarkan nilai Mr, senyawa NH3 memiliki titik didih terendah karena massa molekul relatifnya adalah yang terkecil, namun pada kenyataannya justru senyawa NH3 memiliki titik didih paling tinggi dibandingkan dengan PH3AsH3, dan SbH3. Hal ini disebabkan karena pada molekul NH3 dapat membentuk ikatan hidrogen (gaya antar molekul) dengan molekul sesamanya, sehingga diperlukan energi yang besar untuk memutuskan gaya antar molekulnya, sedangkan senyawa PH3AsH3, dan SbH3 tidak dapat mebentuk ikatan hidrogen.

Dengan demikian, jika diurutkan titik didihnya maka titik didih PH3<AsH3<SbH3<NH3.

Jadi, urutan kenaikan titik didih senyawa golongan V A yang tepat adalah titik didih PH3<AsH3<SbH3<NH3.

0

Roboguru

Manakah di antara senyawa-senyawa , , MgO, , dan HF yang memiliki: a. Titik didih paling tinggi b. Titik didih paling rendah

Pembahasan Soal:

Titik didih senyawa adalah suhu pada saat molekul-molekul zat cair mulai berubah menjadi gas (merenggangkan interaksi antar molekulnya) pada tekanan tertentu. Pada pemanasan diperlukan energi untuk mengatasi gaya tarik antarmolekul dalam zat cair. Makin kuat gaya tarik antarmolekul, makin tinggi titik didihnya. Kekuatan ikatan yang terbentuk dari interaksi molekul kovalen tergantung pada kepolaran molekul, yang dibagi menjadi tiga jenis, yaitu gaya London (gaya dispersi), ikatan dipol-dipol, dan ikatan hidrogen. Gaya London atau gaya dispersi adalah interaksi yang terjadi antarmolekul nonpolar. Interaksi ini adalah yang paling lemah. Interaksi dipol-dipol adalah gaya tarik antar molekul polar yang memiliki dipol permanen. Interaksi ini lebih kuat daripada gaya London. Sedangkan ikatan hidrogen adalah interaksi antarmolekul yang terjadi antara atom hidrogen dengan unsur-unsur yang sangat elektronegatif, yaitu F, O, dan N.

Di antara senyawa-senyawa tersebut, N subscript 2 O dan S O subscript 2 merupakan molekul polar, C subscript 3 H subscript 8 adalah molekul nonpolar, MgO merupakan senyawa ion, dan HF adalah senyawa yang memiliki ikatan hidrogen. Senyawa ion memiliki interaksi antarpartikel yang lebih kuat dibandingkan senyawa kovalen, sehingga titik didihnya lebih tinggi. Sedangkan di antara senyawa kovalen, HF adalah yang memiliki titik didih tertinggi (karena memiliki ikatan hidrogen antarmolekulnya). Berikutnya adalah N subscript 2 O dan S O subscript 2  yang merupakan molekul polar sehingga memiliki interaksi dipol-dipol. Terakhir adalah C subscript 3 H subscript 8.

a. Titik didih paling tinggi = MgO

b. Titik didih paling rendah = C subscript 3 H subscript 8

Jadi, di antara senyawa tersebut yang memiliki titik didih paling tinggi adalah MgO dan titik didih paling rendah adalah C subscript bold 3 H subscript bold 8.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved