Roboguru

Bagaimana dukungan Sultan Hamengkubuwono terhadap kemerdekaan RI?

Pertanyaan

Bagaimana dukungan Sultan Hamengkubuwono terhadap kemerdekaan RI?

Pembahasan Soal:

Sri Sultan Hamengku Buwono IX naik tahta pada 18 Maret 1940. Ia menggantikan sang ayah, Sri Sultan Hamengku Buwono VIII, yang meninggal dunia. Sejak kecil, Sri Sultan Hamengku Buwono IX mendapat pendidikan ala Belanda hingga tingkat universitas. Tapi, hal ini tidak membuat laki-laki bernama kecil Henkie tersebut takluk pada Belanda. Sikap ini ia nyatakan pertama kali saat memberikan pidato di hari pelantikan menjadi raja: “Saya memang berpendidikan barat tapi pertama-tama saya tetap orang Jawa”.
Sebelum dilantik menjadi raja, Sri Sultan Hamengku Buwono IX pun telah bersikap tak ingin dengan mudah menyetujui permintaan Belanda. Saat proses penandatanganan kontrak politik sebagai syarat menjadi Sultan, misalnya, terjadi selisih pendapat antara Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Belanda. Ia tidak menyetujui beberapa poin dalam perjanjian yang dianggap menguntungkan penjajah. Namun, akhirnya kontrak itu ditandatangani Sri Sultan Hamengku Buwono IX setelah dirinya mendapatkan ilham bahwa Belanda tak akan lama di Yogyakarta.
Tak hanya saat penjajahan Belanda, saat pendudukan Jepang, sikap Sri Sultan Hamengku Buwono IX tidak berubah. Ia memilih untuk menemui utusan Jepang di kantor dan tidak di tempat lain. Lewat tindakan ini, Sri Sultan Hamengku Buwono IX melakukan diplomasi halus dengan tetap menjaga posisi dan wibawa sebagai penguasa. Sikap ini, menurut Keraton Yogyakarta, berbeda jauh dengan sikap raja yang lain.
Pada 17 Agustus 1945, ketika Soekarno membacakan Proklamasi kemerdekaan, dua hari setelahnya Sri Sultan Hamengku Buwono mengirimkan telegram yang berisi ucapan selamat kepada para proklamator. Pada 5 September 1945, ia bersama Paku Alam VIII mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa wilayah Yogyakarta menjadi bagian dari Republik Indonesia. Selain itu selama masa revolusi yang terjadi setelah 17 Agustus 1945 hingga 1949. Salah satu bentuk dukungannya pada Indonesia adalah dengan mengizinkan Yogyakarta menjadi ibu kota negara baru saat Jakarta dikuasai oleh Belanda. 

Dengan demikian, dukungan Sultan Hamengkubuwono terhdap kemerdekaan sangat besar, mulai dari penolakan yang dilakukan terhadap perjanjian dengan Belanda dan Jepang hingga mengizinkan pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Yogyakarta tatkala Belanda menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Ia juga secara tegas menyatakan bahwa wilayah Yogyakarta merupakan bagian dari Republik Indonesia.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Terakhir diupdate 19 Mei 2021

Ruangguru

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved