Roboguru

Apakah kamu tahu yang dimaksud dengan seikeirei? Jelaskan!

Pertanyaan

Apakah kamu tahu yang dimaksud dengan seikeirei? Jelaskan!

Pembahasan Soal:

Seikerei merupakan sikap menghormati Amaterasu (Dewa Matahari) yang dipercaya oleh penganut ajaran Shinto di Jepang dengan membungkukkan badan menghadap matahari yang telah terbit sempurna, setiap pertemuan umum, dan setiap disebutkan nama Tenno Haika, Kaisar Jepang. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan Jepang tatkala berada di Jepang, namun juga diimplementasikan tatlakala melakukan ekspansi di negeri jajahan, salah satunya Indonesia. Budaya membungkuk yang menyerupai gerakan rukuk dalam shalat ini ditentang oleh kalangan muslim salah satunya K.H. Zainal Mustafa, Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal ini terjadi karena Jepang memaksa semua warga Indonesia termasuk juga para ulama untuk hormat pada dewa matahari (melakukan seikerei) setelah upacara pagi dan kegiatan tersebut dianggap menyalahi syariat islam atau musyrik karena dianggap menyembah cipataan Tuhan.

Dengan demikian, seikerei merupakan budaya Jepang (ajaran Shinto) yang dilakukan dengan membungkukkan badan untuk menghormati Amaterasu (Dewa Matahari). Budaya ini dibawa dan disebarkan juga di Indonesia, namun mendapat kecaman dari ulama (tokoh Islam) seperti K.H. Zainal Mustafa yang menganggap budaya seikerei menyalahi syariat Islam.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

A. Acfreelance

Mahasiswa/Alumni Universitas Airlangga

Terakhir diupdate 26 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Jelaskan latar belakang perang melawan sang tirani ...

Pembahasan Soal:

Jepang yang mula-mula disambut dengan senang hati, kemudian berubah menjadi sebuah kebencian. Rakyat bahkan lebih benci pada pemerintah Jepang daripada pemerintah kolonial Belanda. Jepang seringkali bertindak sewenang-wenang. Pada masa pendudukan Jepang banyak gadis dan perempuan Indonesia yang ditipu oleh Jepang dengan dalih untuk bekerja sebagai perawat atau disekolahkan, ternyata hanya dipaksa untuk melayani para Kempetai (polisi militer Jepang). Para gadis dan perempuan itu disekap dalam kamp-kamp yang tertutup sebagai wanita penghibur. Kamp-kamp itu dapat ditemukan di Solo, Semarang, Jakarta, dan Sumatra Barat. Kondisi ini menambah deretan penderitaan rakyat di bawah kendali penjajahan Jepang. Oleh karena itu kemudian timbul berbagai perlawanan. Berikut tiga perlawanan rakyat Indonesia diberbagai daerah di Indonesia.

  1. Perjuangan melawan Jepang di Aceh. Perlawanan rakyat Aceh terjadi di Cot Plieng. Perlawanan ini dipimpin oleh Teuku Abdul Jalil. Peristiwa Ini berawal dari sikap tentara Jepang yang bertindak sewenang-wenang. Rakyat diperas dan ditindas. Jepang berusaha membujuk Teuku Abdul Jalil untuk berdamai. Namun, Teuku Abdul Jalil menolaknya. Akhirnya, pada 10 November 1942 Jepang menyerang Cot Plieng.
  2. Perlawanan melawan Jepang di Singaparna. Perlawanan ini bermula dari paksaan Jepang melakukan Seikeirei, yakni penghormatan kepada kaisar Jepang. Penghormatan ini dilakukan dengan cara menghadap ke arah timur laut (Tokyo) dan membungkukkan badan, Cara ini dianggap oleh K.H Zaenal Mustofa sebagai tindakan musyrik (menyekutukan tuhan) karena melanggar ajaran agama Islam. Akibat penentangan itu, Jepang mengirim pasukan untuk menggempur Sukamanah. Akhirnya meletuslah pertempuran pada 25 Februari 1944 setelah shalat Jumat. K.H. Zaenal Mustofa berhasil ditangkap dan perlawanan berakhir.
  3. Perlawanan Tentara Pembela Tanah Air (PETA) di Blitar. Pada mulanya, pasukan Peta bertugas mengawasi Romusha yang membuat pertahanan di daerah Pantai Blitar Selatan. Mereka melihat sendiri betapa berat pekerjaan romusha dan sengsara hidupnya ditambah lagi keadaan masyarakat yang sangat menderita, maka pada 14 Februari 1945 berkobarlah perlawanan Peta di Blitar. Perlawanan ini dipimpin oleh Syodanco, Muradi, Suparyono, dan Bundanco (komandan regu) Sunanto, Sudarmo, Halir Mangkudidjaya. 

Dengan demikian, latar belakang perang melawan sang tirani adalah banyaknya tindakan kesewenang-wenangan dari Jepang terhadap penduduk pribumi pada masa pendudukan Jepang di Indonesia.

0

Roboguru

Apa yang dimaksud seikrei ?

Pembahasan Soal:

Seikerei merupakan sikap menghormati Amaterasu (Dewa Matahari) yang dipercaya oleh penganut ajaran Shinto di Jepang dengan membungkukkan badan menghadap matahari yang telah terbit sempurna, setiap pertemuan umum, dan setiap disebutkan nama Tenno Haika, Kaisar Jepang. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan Jepang tatkala berada di Jepang, namun juga diimplementasikan tatlakala melakukan ekspansi di negeri jajahan, salah satunya Indonesia. Budaya membungkuk yang menyerupai gerakan rukuk dalam shalat ini ditentang oleh kalangan muslim salah satunya K.H. Zainal Mustafa, Tasikmalaya, Jawa Barat. Hal ini terjadi karena Jepang memaksa semua warga Indonesia termasuk juga para ulama untuk hormat pada dewa matahari (melakukan seikerei) setelah upacara pagi dan kegiatan tersebut dianggap menyalahi syariat islam atau musyrik karena dianggap menyembah cipataan Tuhan.

Dengan demikian, Seikerei merupakan budaya Jepang (ajaran Shinto) yang dilakukan dengan membungkukkan badan untuk menghormati Amaterasu (Dewa Matahari). Budaya ini dibawa dan disebarkan juga di Indonesia, namun dalam perkembangannya mendapat kecaman dari ulama (tokoh Islam) seperti K.H. Zainal Mustafa yang menganggap budaya seikerei menyalahi syariat Islam.

0

Roboguru

Alasan perlawanan rakyat terhadap Jepang adalah kewajiban melakukan seikerei, yaitu....

Pembahasan Soal:

Seikerei adalah ritual bangsa Jepang dari agama Shinto yang mengajarkan menghormati dewa matahari. Ritual tersebut direalisasikan dengan sikap menghormat dan membungkukkan badan ke arah matahari terbit setiap pagi. Hal ini sebagai wujud penghormatan terhadap kaisar Jepang. Namun, ritual itu mendapat pertentangan dari masyarakat karena dianggap menyimpang dari agama Islam atau sikap syirik. Dengan demikian, kewajiban seikerei sebagai bentuk penghormatan terhadap kaisar menjadi salah satu faktor perlawanan rakyat Indonesia terhadap Jepang.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

0

Roboguru

Menghormati dewa matahari dengan cara menunduk 90 derajat kearah timur, dalam budaya Jepang disebut…

Pembahasan Soal:

Sebagai negara fasis, Jepang mendidik warga negaranya dengan keras dan displin tinggi. Jepang sangat menghormati kaisarnya, yang mereka yakini sebagai keturunan dewa matahari. Itulah latar belakang kebiasaan mereka memberi hormat ke arah matahari terbit dengan cara membungkukkan punggung dalam-dalam, yang disebut dengan Seikerei, sebagai simbol penghormatan terhadap kaisar. Pemaksaan kebiasaan seperti ini di negara-negara lain, termasuk Indonesia, menjadi salah satu alasan pecahnya pemberontakan di kalangan pesantren di Tasikmalaya (Jawa Barat) pada tahun 1944. Gerakan Seikerei yang mirip gerakan ruku' dalam shalat tidak hanya sebagai penghormatan, Seikerei juga sebagai pengakuan bahwa Kaisar Jepang adalah keturunan "Dewa Matahari" (Ameterasu). Dalam ajaran Islam tindakan itu berarti musyrik. Akibat dari penolakan tersebut, Jepang menempatkan polisi rahasia (Kenpeitai) untuk mengawasi kegiatan Pesantren Sukamanah di Tasikmalaya dimana KH Zainal Mustafa sebagai pemimpinnya. Puncaknya setelah pelaksanaan sholat Jum'at, perlawanan yang sudah disiapkan sebelumnya oleh K.H Zainal Mustafa terjadi. Dan tentunya banyak santri yang tewas, sedangkan K.H Zainal Mustafa ditangkap dan dijatuhi hukuman mati.
 
Berdasarkan penjelasan di atas maka jawabannya adalah B

0

Roboguru

Selain romusha, Jepang juga menerapkan kebijakan kontroversial berupa kewajiban seikerei, yaitu ….

Pembahasan Soal:

Seikerei adalah ritual membungkukkan badan 90 derajat ke arah matahari terbit dengan menghadap ke arah Tokyo. Kebijakan ini diberlakukan pada semua instansi yang ada pada waktu itu. Setiap pagi sebelum bekerja, para pegawai resmi, karyawan perusahaan dan siswa-siswi sekolah harus mengikuti kebijakan tersebut. Mereka juga harus membungkuk setiap nama kaisar Jepang yang diyakini merupakan keturunan langsung Dewa Matahari disebut. Jadi, jawaban yang tepat adalah D.undefined 

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved