Roboguru

Air yang mengandung logam tembaga mempunyai batas maksimum, karena jika telah melebihi batas maksimum dapat menimbulkan dampak negatif apabila dikonsumsi. Batas maksimum logam tembaga dalam air adalah….

Pertanyaan

Air yang mengandung logam tembaga mempunyai batas maksimum, karena jika telah melebihi batas maksimum dapat menimbulkan dampak negatif apabila dikonsumsi. Batas maksimum logam tembaga dalam air adalah….

  1. 1 bpj

  2. 2 bpj

  3. 3 bpj

  4. 4 bpj

  5. 5 bpj

Pembahasan Soal:

Air mengandung banyak zat terlarut di dalamnya. Salah satunya adalah logam tembaga. Air yang mengandung tembaga dengan kadar melebihi batas maksimum yang diperbolehkan dapat menimbulkan dampak berupa kerongkongan terasa kering, mual-mual, diare yang terus menerus dan iritasi pada lambung. Batas maksimum kandungan tembaga dalam air adalah 1 bpj dengan bpj adalah bagian perjuta.

Jadi, batas maksimum logam tembaga dalam air adalah 1 bpj.

Jadi, jawaban yang tepat adalah A.

Pembahasan terverifikasi oleh Roboguru

Dijawab oleh:

B. Rohmawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Semarang

Terakhir diupdate 16 September 2021

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

Pertanyaan yang serupa

Tuliskan contoh logam paduan yang terbuat dari tembaga dan jelaskan kegunaannya.

Pembahasan Soal:

Tembaga banyak digunakan untuk membuat beberapa paduan logam. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

  1. Kupranikel, yaitu paduan logam yang terdiri atas 75% tembaga dan 25% nikel. Paduan ini keras dan banyak digunakan untuk membuat uang logam.
  2. Duralium, yaitu paduan logam yang terdiri atas 95,5% aluminium, 4% tembaga, dan 0,5% magnesium. Paduan ini ringan, tetapi lebih kuat dari aluminium dan banyak digunakan untuk membuat komponen pesawat terbang.
  3. Kuningan, yaitu paduan logam yang terdiri atas 70% tembaga dan 30% seng. Paduan ini lebih kuat dari tembaga, tahan korosi dan banyak digunakan untuk barang-barang hiasan, alat-alat musik, dan paku-paku kecil.
  4. Perunggu, yaitu paduan logam yang terdiri atas 95% tembaga dan 5% timah. Paduan ini lebih kuat dari kuningan dan banyak digunakan untuk membuat patung, serta medali.

Dengan demikian, contoh logam paduan tembaga dan komponen penyusunnya adalah :

  • Kupranikel, paduan logam Cu dan Ni.
  • Duralium, paduan logam Al, Cu, dan Mg.
  • Kuningan, paduan logam Cu dan Zn.
  • Perunggu, paduan logam Cu dan Sn

Jadi, contoh logam paduan yang terbuat dari tembaga adalah kupranikel, duralium, kuningan, dan perunggu.

0

Roboguru

Unsur logam transisi membentuk kation dengan beberapa bilangan· oksidasi. Sebagian besar kation tersebut  menghasilkan larutan atau senyawa berwarna. Akan tetapi, larutan kation   tidak mempunyai warn...

Pembahasan Soal:

Atom pada golongan transisi dapat membentuk senyawa bewarna karena adanya elektron yang dapat tereksitasi pada orbital d. Pada kongfigurasi elektron Cu open square brackets Ar close square brackets space 3 italic d to the power of 10 4 italic s to the power of 1 maka jika menjadi ion Cu to the power of plus sign konfigurasi elektronnya menjadi open square brackets Ar close square brackets space 3 italic d to the power of 10.

Pada konfigurasi ion Cu to the power of plus sign orbital d terisi penuh dengan elektron sehingga tidak mungkin terjadi eksitasi elektron dan mengakibatkan ion Cu to the power of plus sign tidak bewarna.

Oleh karena itu, larutan Cu to the power of plus sign tidak bewarna karena orbital d telah penuh terisi elektron.

Jadi, jawaban yang benar adalah A.space 

0

Roboguru

Jelaskan proses pengolahan tembaga dari bijinya!

Pembahasan Soal:

Dua kelompok utama bijih tembaga yang penting adalah kalkopirit (CuFeS2) dan karbonat basa seperti azurit (Cu3(CO3)2(OH)2) dan malasit (Cu2CO3(OH)2). Proses pengolahan tembaga dari bijinya, yaitu:

  1. Pengapungan (flotasi). Bijih diserbukkan sampai halus kemudian dimasukkan ke dalam campuran air dan minyak. Bagian bijih yang mengandung tembaga akan diselaputi oleh minyak sedangkan zat pengotornya terbawa oleh air. Udara ditiupkan ke dalam campuran dan mineral yang diselaputi minyak tadi dibawa ke permukaan oleh gelembung-gelembung udara dan mengapung, sedangkan zat-zat pengotor diendapkan di bagian bawah. Dari pengapungan ini dapat diperoleh bijih pekat yang mengandung 20 – 40% Cu.
  2. Pemanggangan. Bijih pekat hasil pengapungan selanjutnya dipanggang.
  3. Reduksi. Cu2S yang terjadi dipisahkan dari Fe2O3 kemudian dipanaskan dan dialiri udara dan terjadi reduksi menjadi logam tembaga.  
  4. Elektrolisis. Tembaga yang tidak murni dipasang sebagai anoda dan sebagai katoda digunakan tembaga murni, dengan elektrolit larutan CuSO4. Tembaga di anoda teroksidasi menjadi Cu2+ kemudian direduksi di katoda menjadi logam Cu.

Oleh karena itu, proses pengolahan tembaga terdiri dari pengapungan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis.

Jadi, jawaban yang benar adalah proses pengolahan tembaga terdiri dari pengapungan-pemanggangan-reduksi-elektrolisis. 

0

Roboguru

Tuliskan beberapa kegunaan dari kuningan.

Pembahasan Soal:

Kuningan adalah paduan logam tembaga dan logam seng dengan kadar tembaga antara 60 - 96% massa. Kegunaan dari kuningan antara lain:

  1. Keperluan dekoratif terutama karena kemiripannya dengan emas.
  2. Alat musik, karena kemampuan pengerjaan dan daya tahannya yang tinggi. 
  3. Perabot/ peralatan rumah tangga.

Jadi beberapa kegunaan dari kuningan.adalah seperti disebutkan diatas

0

Roboguru

Ion  dan  tidak berwama karena orbital s dan d-nya tidak terisi elektron. Benarkah demikian?

Pembahasan Soal:

Adanya elektron yang tidak berpasangan pada subkulit d yang dapat mengalami pemecahan (splitting) dengan tingkat energi berbeda menyebabkan ion unsur transisi berwarna.

Apabila disinari cahaya akan terjadi eksitasi elektron dari tingkat energi rendah ke tingkat energi yang lebih tinggi dan terjadi pelepasan energi kembali pada saat elektron deeksitasi, dimana perubahan tingkat energinya setara dengan energi cahaya tampak sehingga dapat terlihat sebagai warna-warni pada larutannya.

Konfigurasi elektron ion Sc to the power of 3 plus sign dan Cu to the power of plus sign yaitu:


Sc presubscript 21 equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s squared space 3 italic d to the power of 1 space space rightwards arrow space space Sc to the power of 3 plus sign equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s to the power of 0 space 3 italic d to the power of 0 Cu presubscript 29 equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s to the power of 1 space 3 italic d to the power of 10 space space rightwards arrow space space Cu to the power of plus sign equals open square brackets Ar close square brackets space 4 italic s to the power of 0 space 3 italic d to the power of 10


Dari konfigurasi elektron diatas, dapat disimpulkan bahwa pada ion Sc to the power of 3 plus sign orbital d-nya kosong / tidak terisi elektron, sementara pada ion Cu to the power of plus sign orbital d terisi elektron penuh sehingga tidak terjadi peralihan elektron pada kedua ion.

Jadi, pernyataan di soal adalah kurang tepat. Penyebab ion Sc to the power of 3 plus sign tidak berwarna adalah karena orbital d-nya tidak terisi elektron, sedangkan penyebab ion Cu to the power of plus sign tidak berwarna adalah karena orbital d terisi elektron penuh.

0

Roboguru

Roboguru sudah bisa jawab 91.4% pertanyaan dengan benar

Tapi Roboguru masih mau belajar. Menurut kamu pembahasan kali ini sudah membantu, belum?

Membantu

Kurang Membantu

Apakah pembahasan ini membantu?

Belum menemukan yang kamu cari?

Post pertanyaanmu ke Tanya Jawab, yuk

Mau Bertanya

RUANGGURU HQ

Jl. Dr. Saharjo No.161, Manggarai Selatan, Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12860

Coba GRATIS Aplikasi Ruangguru

Produk Ruangguru

Produk Lainnya

Hubungi Kami

Ikuti Kami

©2021 Ruangguru. All Rights Reserved