Roboguru
SD

Toni K

23 Januari 2022 15:24

Pertanyaan

Teks 1 Selanjutnya, apakah semakin tinggi tingkat pengetahuan yang dapat dicapai seseorang melalui pendidikan, relevan dengan tingkat produktivitasnya? Chang, ekonom dan penulis beberapa buku ekonomi ternama dari University of Cambridge menegaskan tidak banyak bukti yang menyatakan bahwa semakin tinggi pendidikan akan membuat kesejahteraan nasion a I juga membaik. Di bagian lain, Chang juga memberi catatan bahwa anggapan tentang perkembangan knowledge economy telah mendorong peran pendidikan menjadi sangat penting bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat ialah menyesatkan. Know"edge economy dipahami sebagai sebuah istilah yang merujuk pada kegiatan produksi dan jasa berbasis pada aktivltas penggunaan pengetahuan secara intensif yang me'!'beri kontribusi pada percepatan pertumbuhan teknologi dan sa ins yang berujung pada pertumbuhan ekonomi (Powell dan Snellman: 201 0; Guile: 201 0). Pengetahuan ialah faktor produksi terpenting melebihi tanah, buruh, dan modal {Osborne: 1998).1de dasar knowledge economy ialah otak dan bukan otot yang akan memengaruhi produktivitas. Otak dan bukan ototlah yang akan menjadi sumber kesejahteraan. (diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/read/detail/236507-pendidikan-dan-kesejahteraan) Teks 2 Tentu saja, pendidikan atas kepentingan pragmatis, dalam beberapa sudut pandang tak melulu harus salah. Pertanyaannya, benarkah pendidikan benar-benar memberi dampak pragmatis ekonomi? Sayangnya tak selalu demikian, justru cenderung lebih banyak sebaliknya. Pola pendidikan di Indonesia hanya selesai di atas kertas, tidak benar-benar memberi efek ekonomi. Salah satu buktinya ialah Indonesia masih saja kesulitan mengejar industrialisasi sumber daya a lam, bahkan hingga sekarang. Hampir seluruh sektor industri, seperti industri elektronik, otomotif, pertahanan (alutsista dan senjata), konstruksi, alat rumah tangga, hingga barang kemasan, bahan bakunya berasal dari sumber daya alam (mineral logam). Indonesia punya bahan baku, meski bukan yang terbesar, cukup diperhitungkan. Hanya, pemanfaatannya masih lemah. Mineral mentah diekspor dan kemudian kembali impor'produkjadi~ (diadaptasi dari https://mediaindonesia.com/read!detai//236505-pragmatisme-pendidikan) Kesimpulan kedua teks tersebut adalah ... A. Tingginya tingkat pendidikan belum tentu memberikan dampak kesejahteraan. B. Pendidikan dimaknai sebagai sarana untuk meraih kesejahteraan ekonomi. C. Pengetahuan adalah faktor produksi terpenting melebihi tanah, buruh, dan modal. D. Semua sektor industri saat ini hampir semuanya membutuhkan tingginya pengetahuan. E. Peran pendidikan menjadi sangat penting bagi tumbuhnya kesejahteraan masyarakat.


4

1

Jawaban terverifikasi

Y. Kretiyanto

Mahasiswa/Alumni STKIP PGRI Ponorogo

01 Februari 2022 04:27

Jawaban terverifikasi

Hai, Toni K. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Kakak bantu jawab, ya. Pilihan jawaban yang tepat untuk soal di atas adalah A. Berikut pembahasannya. Simpulan merupakan pendapat akhir yang berupa ringkasan dari hasil pembahasan suatu topik. Untuk menarik sebuah simpulan, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan. 1. Membaca dengan saksama keseluruhan isi teks. 2. Mencatat pokok-pokok isi teks. 3. Menyimpulkan teks berdasarkan pokok-pokok yang telah ditemukan. Simpulan yang tepat berdasarkan paragraf pertama adalah "Tingginya tingkat pendidikan belum tentu memberikan dampak kesejahteraan." Hal tersebut dibuktikan pada kalimat "Chang, ekonom dan penulis beberapa buku ekonomi ternama dari University of Cambridge menegaskan tidak banyak bukti yang menyatakan bahwa semakin tinggi pendidikan akan membuat kesejahteraan nasionaI juga membaik." Sementara itu, simpulan yang tepat berdasarkan paragraf kedua sama dengan paragraf pertama, yaitu "Tingginya tingkat pendidikan belum tentu memberikan dampak kesejahteraan." Hal tersebut dibuktikan pada kutipan "Pertanyaannya, benarkah pendidikan benar-benar memberi dampak pragmatis ekonomi? Sayangnya tak selalu demikian, justru cenderung lebih banyak sebaliknya." Berdasarkan ulasan tersebut, simpulan yang tepat berdasarkan dua paragraf di atas adalah "Tingginya tingkat pendidikan belum tentu memberikan dampak kesejahteraan." Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah A. Semoga bisa membantu, ya.


ask to forum

Ingin kirim pertanyaan?

Yuk, tanyakan soalmu dan dapatkan jawaban dari teman-teman forum

Tanya Sekarang

Pertanyaan serupa

Teks berikut digunakan untuk menjawab soal nomor 35 sampai dengan 40. Pertimbangkan apakah kata atau kalimat pada setiap nomor *bercetak tebal* TIDAK PERLU DIPERBAIKI (A) atau diganti dengan pilihan lain yang tersedia (8, C, D, dan E). Ekonomi internasional adalah ekonomi yang terdiri atas berbagai ekonomi nasional. Perdagangan dan (35)*infestasi* menghasilkan hubungan yang semakin luas (36)*antar berbagai* ekonomi nasional. Proses ini mengakibatkan makin (37)*banyak bangsa-bangsa* dan pelaku ekonomi yang terlibat dalam jalinan hubungan pasar dunia. Hubungan dagang (38)*, karena itu,* cenderung makin mengarah pada spesialisasi nasional dan pembagian kerja internasional. Namun, peran penting hubungan dagang dengan cepat digantikan oleh hubungan investasi. Kemudian hubungan investasi dengan cepat menjadi prinsip yang melandasi (39) *system* ekonomi, tetapi bentuk ketergantungan antarnegara ini tetap merupakan (40)*strategi* saja. Diadaptasi dari: Globalisasi adalah Mitas (Hirst, Paul dan Grahame Thompson) 36. Level 3 (HOTS) A. TIDAK PERLU DIPERBAIKI B. antarberbagai C. antar-berbagai D. antar Berbagai E. antar ber-bagai

17

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks berikut! Selama lockdown yang dilakukan oleh banyak negara untuk menghadapi pandemi Covid-19. Ternyata berpengaruh terhadap penurunan emisi karbondioksida harian secara global, tetapi bersifat sementara. Dalam jurnal [Nature Climate Change], terungkap bahwa emisi harian merosot hingga 17 persen atau 17 juta ton karbondioksida secara global selama puncak lockdown pada awal April 2020, dibandingkan dengan tingkat rata-rata harian pada 2019. Pemimpin analisis studi dari Universitas East Anglia, Corinne le Quere menyatakan bahwa cemisi karbon tersebut sama seperti level emisi pada tahun 2006 lalu. Secara umum rata-rata, masing-masing negara mengalami penurunan emisi rata-rata hingga 26 persen di saat puncak lockdown. Bersama dengan timnya, le Quere menganalisis kebijakan tentang lockdown dilakukan di 69 negara, yang bertanggung jawab atas 97 persen emisi karbondioksida (C02) global. "Lockdown telah menyebabkan perubahan drastis dalam penggunaan energi dan emisi CO2. Penurunan ekstrem ini cenderung bersifat sementara, karena tidak mencerminkan perubahan struktural dalam sistem ekonomi, transportasi atau energi," kata le Quere dalam keterangan tertulisnya. Ketua Global Carbon Prohect dari Stanford University sekaligus penulis pendamping analisis ini, Profesor Rob Jackson mengatakan bahwa penurunan tahunan inipun dinilai sebanding dengan jumlah pengurangan emisi tahunan yang dibutuhkan dari tahun ke tahun selama beberapa dekade untuk mencapai target iklim Perjanjian Paris PBB. Untuk diketahui, Perjanjian Paris PBB merupakan konvensi kerangka kerja perubahan iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa mengenai mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi dan keuangan. (Sumber: sains.kompas.com dengan beberapa penyesuaian) Pertimbangkan apakah kata atau kalimat yang bertanda kurung siku [] TIDAK PERLU DIPERBAIKI, atau diganti dengan pilihan jawaban lain yang tersedia (B, C, D, atau E). A. TIDAK PERLU DIPERBAIKI B. Nature climate change (ditulis miring) C. Nature Climate Change (ditulis miring) D. "Nature Climate Change" E. "Nature climate change" (ditulis miring)

28

0.0

Jawaban terverifikasi

(1) Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi belum banyak dinikmati [...] kaum perempuan [...] anak. perempuan di dunia. (2) Jumlah perempuan yang mengakses teknologi informasi dan komunikasi, termasuk teknologi digital, masih sangat terbatas dibandingkan dengan laki-laki. (3) Dibandingkan dengan pria, hanya sekitar 33 persen perempuan yang menggunakan internet [...] bekerja. (4) Secara global, baru sekitar 250 juta perempuan yang mengakses teknologi informasi dalam jaringan (daring), 1,7 milyar perempuan tak memiliki telepon genggam, dan perempuan yang menggunakan koneksi internet kurang dari 50 persen dari laki-laki. (5) Minimnya angka tersebut disebabkan oleh berbagai kondisi. (6) Faktor-faktor tersebut antara lain minimnya pengetahuan, kondisi sosial ekonomi dan letak geografis, serta norma sosial. (7) Selama ini, perempuan mengalami beban ganda. (8) Bahkan, perempuan di wilayah perdesaan bertanggung jawab untuk semua urusan rumah tangga. (9) Kesetaraan jender belum tampak pada konteks ini. (10) Kesenjangan dalam mengakses teknologi digital ini bisa menjadi ancaman bagi kemajuan ekonomi, politik, dan sosial. (11) Dunia membutuhkan teknologi inovatif, internet yang dapat diakses dan dioperasikan. dengan mudah, dapat diandalkan, serta aman untuk semua orang, termasuk perempuan. (12) Sudah saatnya kesenjangan tersebut diatasi. (Kompas, 26 Oktober 2018) Konjungsi yang tepat untuk melengkapi bagian. rumpang pada paragraf 1 adalah ... (A) bagi, serta, guna (B) oleh, serta, ketika (C) untuk, dan, guna (D) oleh, dan, untuk (E) bagi, dan, guna

22

5.0

Jawaban terverifikasi

Semasa pemerintahan Orde Baru, pembangunan ekonomi mampu menambahkan banyak pekerjaan baru di Indonesia, yang dengan demikian mampu mengurangi angka pengangguran nasional. Sektor-sektor yang terutama mengalami peningkatan tenaga kerja (sebagai pangsa dari jumlah total tenaga kerja di Indonesia) adalah sektor industri dan jasa sementara sektor pertanian berkurang. Pada tahun 1980-an sekitar 55 persen populasi tenaga kerja Indonesia bekerja di bidang pertanian, tetapi belakangan ini angka tersebut berkurang menjadi di bawah 40 persen. Namun, Krisis Keuangan Asia (Krismon) yang terjadi pada akhir tahun 1990-an merusak pembangunan ekonomi Indonesia (untuk sementara) dan menyebabkan angka pengangguran di Indonesia meningkat menjadi lebih dari 20 persen dan angka tenaga kerja yang harus bekerja di bawah level kemampuannya (underemployment) juga meningkat, sementara banyakyang ingin mempunyai pekerjaan full-time, hanya bisa mendapatkan pekerjaan part-time. Walaupun Indonesia telah mengalami pertumbuhan makro ekonomi yang kuat sejak tahun 2000-an (dan Indonesia telah pulih dari Krismon), sektor informal ini-baik di kota maupun di desa-sampai sekarang masih tetap berperan besar dalam perekonomian Indonesia. Walau agak sulit untuk menentukan jumlahnya secara pasti, diperkirakan bahwa sekitar 55 sampai 65 persen pekerjaan di Indonesia adalah pekerjaan informal. Saat ini sekitar 80 persen dari pekerjaan informal itu terkonsentrasi di wilayah pedesaan, terutama di sektor konstruksi dan pertanian. Dipekerjakan di sektor informal menyiratkan risiko tertentu karena pekerja sektor informal biasanya memiliki pendapatan yang lebih rendah dan tidak stabil. Lagipula mereka tidak memiliki akses ke perlindungan dan lay a nan dasar. Sementara itu, arus uang di sektor informal tidak dikenakan pajak dan kegiatan informal tidak dapat dimasukkan dalam perhitungan produk nasional bruto (PNB) atau produk domestik bruto (PDB). Oleh karena itu, pada dasarnya, sektor informal tidak baik bagi pekerja dan tidak baik bagi perekonomian. Kalau kita melihat pengangguran di perkotaan dan pedesaan di Indonesia, maka kita dapat melihat bahwa pengangguran secara signifikan lebih tinggi di daerah perkotaan dibandingkan dengan daerah pedesaan. Yang tidak kalah menariknya yaitu kesenjangan antara pengangguran perkotaan dan pedesaan melebar selama empat tahun terakhir karena pengangguran pedesaan telah menurun lebih cepat daripada pengangguran di perkotaan. Penjelasan untuk tren ini adalah bahwa banyak orang pedesaan pindah ke daerah perkotaan dalam rangka mencarj peluang kerja. Indonesia sedang mengalami proses urbanisasi yang cepat. Saat ini lebih dari setengah jumlah penduduk Indonesia tinggal di daerah perkotaan. Di satu sisi, ini adalah perkembangan •positif karena urbanisasi dan industrialisasi diperlukan untuk tumbuh menjadi negara yang berpenghasilan . menengah (middle income country). Di sisi lain, proses ini perlu disertai dengan penciptaan lapa,ngan kerja yang memadai di_ kota-kota. Oleh karena itu, investasi (baik domestik maupun asing) perlu meningkat di daerah perkotaan yang sudah ada atau daerah urban yang baru. Dengan demikian, pemerintah Indonesia harus membuat iklim investasi lebih menarik sehingga menghasilkan lebih banyak investasi. (dikutip dari https://www.indonesia-investments.com/id!keuangan/angka-ekonomi-makro!) Berdasarkan tabel 1, pada tahun berapakah angka pengangguran di Indonesia mencapai jumlah terendah kedua dan keempat? A. 2017dan2014 B. 2017 dan 2016 C. 2016 dan 2014 D. 2018dan2014 E. 2012 dan 2013

6

0.0

Jawaban terverifikasi