Iklan

Iklan

Kabilah I

30 September 2020 02:26

Pertanyaan

Setelah Putra mahkota Kerajaan Banjar yaitu Abdul Rakhman meninggal secara mendadak tahun 1852, maka Belanda melantik pangeran Tamdjilah sebagai raja banjar melalui perwkilannya Residen E.F Graaf Von. Hal ini adalah strategi politik adu domba oleh Belanda karena… *


164

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

H. Rosa

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

24 Januari 2022 06:58

Jawaban terverifikasi

Halo Kabilah I. Kakak bantu jawab ya. Setelah Putra mahkota Kerajaan Banjar yaitu Abdul Rakhman meninggal secara mendadak tahun 1852, maka Belanda melantik pangeran Tamdjilah sebagai raja banjar melalui perwkilannya Residen E.F Graaf Von. Hal ini adalah strategi politik adu domba oleh Belanda karena Belanda ingin menguasai daerah-daerah Banjar dengan cara melakukan strategi politik adu domba untuk memecah belah kerajaan Banjar dan mempermudahnya dalam menguasai daerah-daerah kerajaan Banjar. Berikut penjelasannya ya. Perang Banjar terjadi di Kalimantan Selatan, tepatnya di Banjarmasin. Awalnya Belanda memaksa pihak Kerajaan Banjar untuk menandatangani sebuah perjanjian yang menyebabkan Kerajaan Banjar kehilangan banyak sekali daerahnya. Hal itu sangat berpengaruh ke sosial ekonomi Kerajaan Banjar. Campur tangan Belanda membuat kondisi dalam kerajaan semakin parah. Hal ini berawal ketika putra mahkota kerajaan Banjar yaitu Abdul Rakhman meninggal secara tiba-tiba di tahun 1852. Saat itu, Sultan Adam punya tiga orang putra yang bisa menggantikan posisi Abdul Rakhman, yaitu Pangeran Hidayatullah, Pangeran Tamjidillah dan Prabu Anom. Pangeran Hidayatullah memiliki pendukung dari pihak istana dan beliau sudah memiliki surat wasiat dari Sultan Adam untuk menggantikannya sebagai sultan. Di sisi lain, Prabu Anom didukung oleh Pangeran Mangkubumi dan Pangeran Tamjidillah didukung oleh pihak Belanda. Di tahun 1857, Sultan Adam meninggal. Residen E.F Graaf von Bentheim Teklenburg mewakili Belanda segera mengangkat Pangeran Tamjidillah sebagai sultan, sedangkan Pangeran Mangkubumi mengangkat Pangeran Hidayatullah sebagai sultan. Menurut wasiat yang sah, Pangeran Hidayatullah adalah sultan yang sah. Karena hal itulah, pengangkatan Pangeran Tamjidillah sebagai sultan Banjarmasin menimbulkan banyak protes dan kecewa dari berbagai macam pihak. Pengeran Tamjidillah ini punya sifat yang jelek seperti suka bermabuk-mabukan. Selain itu, Pangeran Tamjidilah juga menghapus hak-hak istimewa yang ada di saudara-saudaranya dan menganggap surat wasiat dari Sultan Adam ke Pangeran Hidayatullah tidak sah. Pengangkatan Pangeran Tamjidillah sebagai sultan Banjarmasin merupakan strategi politik adu domba Belanda agar memecah belah Kerajaan Banjar dan memudahkannya untuk mengusai daerah-daerah Banjar. Semoga membantu😊


Iklan

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

adakah hubungan dibentuknya tonarigumi dengan pembagian daerah di indonesia sampai ke tingkat desa?

93

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan