Darin D

03 Agustus 2021 07:37

Iklan

Darin D

03 Agustus 2021 07:37

Pertanyaan

pemimpin operasi penumpasan DI /TII aceh

Ikuti Tryout SNBT & Menangkan E-Wallet 100rb

Habis dalam

00

:

07

:

50

:

30

Klaim

1

2

Jawaban terverifikasi

Iklan

G. Fitri

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

29 Januari 2022 09:25

Jawaban terverifikasi

Hai D.Salsabela Z Kakak bantu jawab ya. Penumpas dari pemberontakan DI/TII di Aceh ialah Panglima Komando Militer I Sultan Iskandar Muda yakni Kolonel M. Jassin dengan memprakarasi perundingan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh. Untuk lebih jelasnya, yuk pahami penjelasan dibawah. Bangsa Indonesia ialah bangsa yang majemuk, dengan luasnya negeri ini maka tidak dapat dipungkiri akan banyak keberagaman yang seyogyanya dapat dijadikan sebagai untuk menjadi satu. Meskipun demikian kasus konflik dan pergolakan sempat berlangsung di masyarakat Indonesia yang tentunya dapat mencederai rasa persatuan tersebut. Konsep yang berdekatan ialah disintegrasi, yang merujuk kepada keadaan yang tidak bersatu dan terpecah belah. Bentuk dari disintegrasi bangsa salah satunya ialah terjadinya pemberontakan atau pergolakan yang mengancam kesatuan nasional. Adapun yang melatarbelakangi hal tersebut terjadi ialah adanya ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintahan pusat sehingga membuat mereka ingin membangun negara sendiri atau lepas dari NKRI. Cikal bakal pemberontakan DI/TII yang meluas di beberapa wilayah Indonesia bermula dari sebuah gerakan di Jawa Barat tepatnya Tasikmalaya. Gerakan DI/TII dilatarbelakangi oleh keinginan membentuk negara Islam atau Darul Islam di Jawa Barat pada tahun 1948. Gerakan DI/TII sendiri dipimpin oleh Kartosuwiryo. Selain di Jawa Barat, pemberontakan DI/TII juga meletus di berbagai daerah salah satunya di Aceh (1953-1962). Pemberontakan tersebut dipimpin oleh Daud Beureh. Latar belakang adanya pemberontakan tersebut ialah dipicu ketika pemerintah menetapkan wilayah Aceh sebagai bagian dari Provinsi Sumatera Utara. Tentunya hal tersebut membuat pada para ulama Aceh kecewa terlebih ketika Soekarno telah berjanji untuk menjadikan Aceh sebegai wilayah tersendiri dengan dapat menerapkan hukum dan syariat Islam. Pemerintah berupaya untuk menempuh jalan pertemuan termasuk mengirimkan wakil presiden yakni Moh. Hatta, Natsir dan Soekarno sekalipun namun tetap gagal dan pada tahun 1953, Daud Beureuh menyatakan diri bergabung dengan Kartosuwiryo. Lalu sebagai jalan penumpasan selain melalui jalan damai, maka pemerintah mengirimkan operasi militer yang dinamakan dengan Operasi 17 Agustus dan Operasi Merdeka. Hingga pada akhirnya pemberontakan ini dapat dipadamkan melalui perundingan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh yang diprakarsasi oleh Panglima Komando Militer I Sultan Iskandar Muda yakni Kolonel M. Jassin. Semoga membantu ya ๐Ÿ˜Š


Iklan

M F

14 September 2024 06:20

Tokoh pemimpin penyumpahan di tii


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke AiRIS

Yuk, cobain chat dan belajar bareng AiRIS, teman pintarmu!

Chat AiRIS

LATIHAN SOAL GRATIS!

Drill Soal

Latihan soal sesuai topik yang kamu mau untuk persiapan ujian

Cobain Drill Soal

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Apakah benar NIBKD dan MBKS dibentuk guna menghadapi kekuatan Belanda? Jelaskan!

27

5.0

Jawaban terverifikasi