Anonim A

18 Maret 2020 03:58

Pertanyaan

Bacalah teks berikut dengan saksama! Buku kumpulan cerpen ini menjadi karya Rey yang kedua. Sebagai penulis pemula, ia terlihat masih belajar untuk membuat cerpen yang menarik dan masih belum bisa menemukan tema yang lebih variatif. Ia terus bergulat dengan masalah anak muda, yaitu masalah cinta dua orang temaja. Pada cerpen ”Jam Lima Sore”, tema cerita dan konflik yang dialami tokoh hampir sama dengan cerpen ”Diam dalam Kata”. Pemilihan tema atau ide cerita yang kurang variatif ini memberikan kesan yang membosankan karena cerita hanya seputar cinta monyet remaja. Lalu, ada pula beberapa alur cerita yang tidak pas. Hal ini membuat konflik menggantung dan cerita menjadi tak tuntas. Penggalan resensi tersebut menjelaskan .... a.     keunggulan cerita b.     identitas buku c.     kekurangan buku d.     unsur intrinsik buku e.     kekurangan buku alur cerita


323

2

Jawaban terverifikasi

A. Rahmawati

Mahasiswa/Alumni Universitas Pendidikan Indonesia

17 Januari 2022 08:35

Jawaban terverifikasi

Halo Adrian J. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru, kakak bantu jawab ya. Jawaban yang tepat adalah pilihan C. Untuk memahami alasan jawaban tersebut, berikut adalah pembahasannya. Resensi adalah tulisan yang berisi penilaian atau pertimbangan mengenai karya yang dihasilkan oleh orang lain. Struktur resensi adalah sebagai berikut. 1. Judul: berisi cerminan isi resensi, pembuatan judul haruslah menarik dan menjiwai isi tulisan. 2. Identitas karya: meliputi judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, tebal halaman, tebal buku, pemain, sutradara, bergantung karya apa yang akan dibahas. 3. Orientasi berupa gambaran umum mengenai karya bisa keutamaan karya sastra yang diulas atau penjelasan mengenai karya yang akan dibahas. 4. Sinopsis berupa ringkasan yang menggambarkan pemahaman penulis mengenai karya sastra. 5. Analisis berupa pengamatan yang diberikan penulis mengenai kekurangan dan kelebihan karya. 6. Penutup: berisi alasan mengapa buku tersebut ditulis atau kepada siapa buku itu ditujukan. Bisa juga berisi rekomendasi dari penulis kepada pembaca mengenai buku tersebut. Penggalan tersebut termasuk ke dalam analisis berupa kekurangan buku. Hal tersebut dapat terlihat dari kalimat "Pemilihan tema atau ide cerita yang kurang variatif ini memberikan kesan yang membosankan karena cerita hanya seputar cinta monyet remaja." Kalimat tersebut menjelaskan salah satu kekurangan cerpen dari sudut pandang tema cerita. Sementara, kalimat "Lalu, ada pula beberapa alur cerita yang tidak pas." menjelaskan kekurangan dari sudut pandang alur. Dengan demikian, jawaban yang tepat adalah pilihan C. Semoga membantu ya :)


Iklan

Rosyani D

18 Maret 2020 06:22

c


Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Chat Tutor

Pertanyaan serupa

Teks Kritik Novel "Hujan" Darwis atau yang lebih dikenal dengan nama pena Tere Liye, lahir di Lahat, Indonesia, 21 Mei 1 979 adalah seorang penulis novel Indonesia. Beberapa karyanya yang pernah diadaptasi ke layar Iebar yaitu Hafalan Shalat Delisa dan Bidadari-Bidadari Surga. Meskipun dia bisa meraih keberhasilan dalam dunia literasi Indonesia, kegiatan menulis cerita sekadar menjadi hobi karena sehari-hari ia masih bekerja kantoran sebagai akunta:n. Salah satu karyanya yaitu Hujan yang terbit tahun 2016. Novel ini menceritakan tentang seorang gadis bernama Lai l. Seorang gadis keci l yang kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana gunung meletus yang menyebabkan gempa yang luar biasa kuatnya. Lail dan ibunya sedang naik·kereta bawah tanah dan saat gempa Lail sempat selamat karena dibantu seorang lelaki tetapi ibunya tidak dan akhimya terjebak di lorong bawah tanah. Lelaki itu bernama Esok. Ia dan Esok masuk di pengungsian dan belajar di sana. Waktu demi waktu berlalu hingga mereka menemukan jati diri mereka masing-masing sampai tiba di mana waktunya hubungan mereka. diuji dengan kepercayaan. Lail yang ingin melupakan Esok dan Esok yang meminta maaf karena selalu menutupi dirinya sendiri. Hingga mereka akhirnya bisa memiliki kehidupan yang indah. Novel ini memiliki alur campuran yang menggabungkan dua latar waktu. Hal itu membuat pembaca harus sedikit teliti dalam membacanya agar memahami isi dari novel ini. Setiap gambaran suasana dalam novel ini bisa membuat pembaca terbawa suasana yang dibuat dan bisa merasakan apa yang terjadi di dalam novel. Tere Liye menggambarkan tokoh Lail seperti beberapa orang di masyarakat. Ia menggambarkan Lail yang mengalami fase terberatnya bisa ia lewati dan hidupnya bisa bahagia. Novel ini menyisipkan banyak sekali quotes menarik yang bisa menjadi pesan moral untuk para pembaca. Apalagi banyaknya plot twist yang disisipkan di novel ini membuat kita tidak akan bosan dalam membacanya. Tere Liye menyisipkan banyak sekali pesan moral dalam novel ini. Salah satu pesan penting dari novel ini adala:h "Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan berdamai dengan masa lalumu karena itu adalah hidupmu dan dari situlah dirimu berasal". Sumber: www.kompasiana.com Bercerita tentang apakah novel yang diulas dalam kutipan tersebut?

439

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks berikut dengan saksama! Si Badu Oleh : Riyawati Di Desa Kalirejo tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Badu. Usianya sepuluh tahun dan dia masih duduk di kelas lima. Badu mempunyai dua orang sahabat, namanya Tiara dan Ahmad. Sepulang sekolah Badu biasa menggembalakan kambing-kambingnya. Sore ini Badu membawa kambingnya ke Iadang jagung yang baru dipanen. Saat kambing-kambingnya sedang makan, Badu duduk di bawah pohon jati yang ada di kebun itu sambil membaca buku cerita berjudul Cita-citaku. Buku itu dipinjam Badu dari perpustakaan. Buku itu menceritakan perjuangan seorang anak miskin dalam menggapai cita-cita. Anak itu harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya. Angin bertiup sepoi-sepoi. Buku di tangan Badu tampak jatuh di tanah dan kepala Badu terkulai. Dia tertidur. Kambingnya tetap asyik makan rumput, Namun, pelan-pelan kambing-kambing Badu berjalan menjauhi ladang tersebut. Saat azan maghrib berkumandang, Badu terbangun. Kemudian dia melihat sekelilingnya. Kambing-kambingnya tidak ada. Badu segera berlari ke tengah ladang jagung. Dia tidak menemukan kambingnya. Malam mulai datang. Badu memutuskan kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, ibunya menanyakan kambing-kambingnya. Badu tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dia malah menangis. lbunya tidak memaksa Badu untuk bercerita. Badu bercerita kepada Tiara dan Ahmad mengenai kambingnya yang hilang. Tiara dan Ahmad ikut bersedih mengetahi nasib Badu. Sekarang setiap sore Badu tidak lagi menggembalakan kambing. Dia mengerjakan apa yang dikerjakan tokoh dalam buku Cita-citaku. Badu mendapat ide dari buku yang dibacanya tersebut. Setiap sore Badu mencari kayu bakar dan daun jati di hutan. Keesokan paginya, ibunya menjual kayu bakar dan daun jati tersebut. Uangnya ditabung Badu. Rencananya uang itu akan dibelikan ayam. Setelah ayam banyak. Ayam itu akan dijual lagi dan uangnya dibelikan kambing. Dengan kambing yang akan dibelinya tersebut, Badu berharap bisa melanjutkan sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pagi ini di pintu gerbang sekolah, Badu disambut Tiara dan Ahmad. "Badu, ada Iomba," kata Tiara "Hadiahnya ....." "Kambing!" sahut Ahmad. Badu memandang kedua sahabatnya bergantian. "Maksud kalian?" "Ada Iomba balap sepeda dalam rangka memeringati ulang tahun kemerdekaan negara kita. Kami, maksudku aku dan Ahmad, sudah mendaftarkanmu," potong Tiara cepat. "Aku sudah meminjam sepeda balap Kak Yusuf. Dia mau meminjamkannya. Kau bisa mulai latihan sore nanti," ucap Ahmad. Hari perlombaan datang. Pesertanya ada sekitar seribu orang. Badu mengayuh sepedanya kuat-kuat. Dia bertekad untuk menjadi pemenang. Satu jam kemudian, tinggal Badu dan dua pesaingnya yang ada di depan. Badu terus mengayuh sepedanya dengan dua pesaingnya membuntuti di belakang. Akhirnya, Badu pun memenangi perlombaan balap sepeda. Tiara dan Ahmad menyambutnya. Wajah mereka berseri-seri. "Kamu berhasil, Badu," kata Ahmad. "Kambingmu akhirnya kembali," sahut Tiara. Badu nyengir semakin Iebar. (Dikutip dengan pengubahan dari Kompas Anak) Apa judul buku yang dipinjam Badu dari perpustakaan?

84

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

1. Bacalah kutipan resensi berikut dengan saksama. Judul Buku : Sihir Negeri Pasir Pengarang :Siwi Nurdiani Cetakan : Pertama, Maret 2012 Penerbit : Najah, Yogyakarta Tebal : 311 halaman Siapa pun Anda, pasti pernah merasakan jatuh cinta. Jatuh cinta merupakan peristiwa yang dialami oleh banyak ,orang, termasuk dua orang tokoh dalam novel Sihir Negeri Pasir ini, Nanang dan Hilda. Sayangnya, keinginan mereka untuk segera memiliki momongan pupus gara-gara Hilda mengalami keguguran. Konflik antara Nanang dan Hilda mulai terbangun, kemudian bergerak secara alami. Dengan pelukisan latar yang kuat nan apik, dialog antara tokoh Nanang dan Hilda itu terasa hidup. Kelebihan lain dalam karya novelis muda asal Kulon Progo, Yogyakarta ini adalah konflik yang dibangun cukup menarik. Meskipun tidak berlapis-lapis, konflik yang bercerita cukup memikat sekalipun suspensinya dapat diterka oleh pembaca. Sebagai novelis muda, Siwi Nurdiani sudah memiliki modal pengalaman dalam tulis-menulis selain juga menjadi guru bahasa Indonesia di MAN 2 Wates. Novel Sihir Negeri Pasir ini merupakrrl bukti kesungguhannya berkarya dengan menggali warna lokal, khususnya Kulon Progo. Sebagai bacaan sastra, novel ini sama memikatnya dengan novel Laskar Pelangi Andrea Hirata, atau Negeri 5 Menara Akhmad Fuadi. Kalimat penilaian yang tidak sesuai dengan kutipan tersebut adalah ... A. Novel Sihir Negeri Pasir menampilkan dua tokoh, yaitu Nanang dan Hilda. B. Novel Sihir Negeri Pasir melukiskan latar yang kuat dan konflik yang menarik. C. Novel Sihir Negeri Pasir merupakan cermin kesungguhan penulis. D. Novel Sihir Negeri Pasir karya guru bahasa Indonesia yang kreatif. E. Novel Sihir Negeri Pasir lebih baik dari Laskar Pelangi.

126

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks berikut dengan saksama! Si Badu Oleh : Riyawati Di Desa Kalirejo tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Badu. Usianya sepuluh tahun dan dia masih duduk di kelas lima. Badu mempunyai dua orang sahabat, namanya Tiara dan Ahmad. Sepulang sekolah Badu biasa menggembalakan kambing-kambingnya. Sore ini Badu membawa kambingnya ke Iadang jagung yang baru dipanen. Saat kambing-kambingnya sedang makan, Badu duduk di bawah pohon jati yang ada di kebun itu sambil membaca buku cerita berjudul Cita-citaku. Buku itu dipinjam Badu dari perpustakaan. Buku itu menceritakan perjuangan seorang anak miskin dalam menggapai cita-cita. Anak itu harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya. Angin bertiup sepoi-sepoi. Buku di tangan Badu tampak jatuh di tanah dan kepala Badu terkulai. Dia tertidur. Kambingnya tetap asyik makan rumput, Namun, pelan-pelan kambing-kambing Badu berjalan menjauhi ladang tersebut. Saat azan maghrib berkumandang, Badu terbangun. Kemudian dia melihat sekelilingnya. Kambing-kambingnya tidak ada. Badu segera berlari ke tengah ladang jagung. Dia tidak menemukan kambingnya. Malam mulai datang. Badu memutuskan kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, ibunya menanyakan kambing-kambingnya. Badu tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dia malah menangis. lbunya tidak memaksa Badu untuk bercerita. Badu bercerita kepada Tiara dan Ahmad mengenai kambingnya yang hilang. Tiara dan Ahmad ikut bersedih mengetahi nasib Badu. Sekarang setiap sore Badu tidak lagi menggembalakan kambing. Dia mengerjakan apa yang dikerjakan tokoh dalam buku Cita-citaku. Badu mendapat ide dari buku yang dibacanya tersebut. Setiap sore Badu mencari kayu bakar dan daun jati di hutan. Keesokan paginya, ibunya menjual kayu bakar dan daun jati tersebut. Uangnya ditabung Badu. Rencananya uang itu akan dibelikan ayam. Setelah ayam banyak. Ayam itu akan dijual lagi dan uangnya dibelikan kambing. Dengan kambing yang akan dibelinya tersebut, Badu berharap bisa melanjutkan sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pagi ini di pintu gerbang sekolah, Badu disambut Tiara dan Ahmad. "Badu, ada Iomba," kata Tiara "Hadiahnya ....." "Kambing!" sahut Ahmad. Badu memandang kedua sahabatnya bergantian. "Maksud kalian?" "Ada Iomba balap sepeda dalam rangka memeringati ulang tahun kemerdekaan negara kita. Kami, maksudku aku dan Ahmad, sudah mendaftarkanmu," potong Tiara cepat. "Aku sudah meminjam sepeda balap Kak Yusuf. Dia mau meminjamkannya. Kau bisa mulai latihan sore nanti," ucap Ahmad. Hari perlombaan datang. Pesertanya ada sekitar seribu orang. Badu mengayuh sepedanya kuat-kuat. Dia bertekad untuk menjadi pemenang. Satu jam kemudian, tinggal Badu dan dua pesaingnya yang ada di depan. Badu terus mengayuh sepedanya dengan dua pesaingnya membuntuti di belakang. Akhirnya, Badu pun memenangi perlombaan balap sepeda. Tiara dan Ahmad menyambutnya. Wajah mereka berseri-seri. "Kamu berhasil, Badu," kata Ahmad. "Kambingmu akhirnya kembali," sahut Tiara. Badu nyengir semakin Iebar. (Dikutip dengan pengubahan dari Kompas Anak) Bagaimana cara Badu untuk mempunyai kambing lagi?

64

0.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks berikut dengan saksama! Si Badu Oleh : Riyawati Di Desa Kalirejo tinggal seorang anak laki-laki yang bernama Badu. Usianya sepuluh tahun dan dia masih duduk di kelas lima. Badu mempunyai dua orang sahabat, namanya Tiara dan Ahmad. Sepulang sekolah Badu biasa menggembalakan kambing-kambingnya. Sore ini Badu membawa kambingnya ke Iadang jagung yang baru dipanen. Saat kambing-kambingnya sedang makan, Badu duduk di bawah pohon jati yang ada di kebun itu sambil membaca buku cerita berjudul Cita-citaku. Buku itu dipinjam Badu dari perpustakaan. Buku itu menceritakan perjuangan seorang anak miskin dalam menggapai cita-cita. Anak itu harus bekerja keras untuk membiayai sekolahnya. Angin bertiup sepoi-sepoi. Buku di tangan Badu tampak jatuh di tanah dan kepala Badu terkulai. Dia tertidur. Kambingnya tetap asyik makan rumput, Namun, pelan-pelan kambing-kambing Badu berjalan menjauhi ladang tersebut. Saat azan maghrib berkumandang, Badu terbangun. Kemudian dia melihat sekelilingnya. Kambing-kambingnya tidak ada. Badu segera berlari ke tengah ladang jagung. Dia tidak menemukan kambingnya. Malam mulai datang. Badu memutuskan kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, ibunya menanyakan kambing-kambingnya. Badu tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dia malah menangis. lbunya tidak memaksa Badu untuk bercerita. Badu bercerita kepada Tiara dan Ahmad mengenai kambingnya yang hilang. Tiara dan Ahmad ikut bersedih mengetahi nasib Badu. Sekarang setiap sore Badu tidak lagi menggembalakan kambing. Dia mengerjakan apa yang dikerjakan tokoh dalam buku Cita-citaku. Badu mendapat ide dari buku yang dibacanya tersebut. Setiap sore Badu mencari kayu bakar dan daun jati di hutan. Keesokan paginya, ibunya menjual kayu bakar dan daun jati tersebut. Uangnya ditabung Badu. Rencananya uang itu akan dibelikan ayam. Setelah ayam banyak. Ayam itu akan dijual lagi dan uangnya dibelikan kambing. Dengan kambing yang akan dibelinya tersebut, Badu berharap bisa melanjutkan sekolah sampai ke jenjang yang lebih tinggi. Pagi ini di pintu gerbang sekolah, Badu disambut Tiara dan Ahmad. "Badu, ada Iomba," kata Tiara "Hadiahnya ....." "Kambing!" sahut Ahmad. Badu memandang kedua sahabatnya bergantian. "Maksud kalian?" "Ada Iomba balap sepeda dalam rangka memeringati ulang tahun kemerdekaan negara kita. Kami, maksudku aku dan Ahmad, sudah mendaftarkanmu," potong Tiara cepat. "Aku sudah meminjam sepeda balap Kak Yusuf. Dia mau meminjamkannya. Kau bisa mulai latihan sore nanti," ucap Ahmad. Hari perlombaan datang. Pesertanya ada sekitar seribu orang. Badu mengayuh sepedanya kuat-kuat. Dia bertekad untuk menjadi pemenang. Satu jam kemudian, tinggal Badu dan dua pesaingnya yang ada di depan. Badu terus mengayuh sepedanya dengan dua pesaingnya membuntuti di belakang. Akhirnya, Badu pun memenangi perlombaan balap sepeda. Tiara dan Ahmad menyambutnya. Wajah mereka berseri-seri. "Kamu berhasil, Badu," kata Ahmad. "Kambingmu akhirnya kembali," sahut Tiara. Badu nyengir semakin Iebar. (Dikutip dengan pengubahan dari Kompas Anak) Waktu yang digunakan Badu untuk menggembalakan kambingnya adalah saat .... a. pagi hari c. sore hari b. siang hari d. malam hari

53

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan