Amelia A

09 Januari 2020 14:21

Pertanyaan

apa contoh dari prinsip perasuransian


10

1

Jawaban terverifikasi

D. Yuliani

Mahasiswa/Alumni Universitas Andalas Padang

22 Desember 2021 07:06

Jawaban terverifikasi

Halo Amelia, kakak bantu jawab ya :) Jawaban: Prinsip-prinsip dasar perasuransian adalah insurable interest, utmost good faith, proximate cause, indemnity, subrogation dan contribution. Pembahasan: Contoh dari prinsip perasuransian adalah: 1. Insurable interest Prinsip perasuransian yang memberikan hak kepada seseorang untuk mengasuransikan sesuatu karena terdapat hubungan keluarga atau ekonomi yang mendasarinya. Hak ini muncul setelah ada perjanjian atau Polis dan memiliki dasar hukum. Contohnya: Seorang pemilik perusahaan mengasuransikan karyawannya selama bekerja dengan perusahaan. 2. Utmost Good Faith Prinsip yang mengharuskan pihak tertanggung (nasabah) dan penanggung (perusahaan asuransi) untuk memberikan informasi yang jujur, rinci dan terbuka. Contohnya: Seseorang yang mendaftarkan diri dalam asuransi kesehatan, maka harus menjawab pertanyaan pada screening risiko secara jujur, rinci dan terbuka sebelum membuat kesepakatan, seperti tentang penyakit bawaan, aktivitas merokok, riwayat penyakit dan informasi lain yang diperlukan. 3. Proximate Cause Prinsip yang menjelaskan jika pihak asuransi hanya akan memberikan ganti rugi kepada nasabah terhadap suatu peristiwa yang penyebabnya diatur didalam polis. Contohnya: Seseorang mendaftarkan kendaraannya dalam asuransi, pada polis kesepakatan dijelaskan jika pihak asuransi memberikan ganti rugi apabila terjadi kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada kendaraan tersebut. Suatu ketika kendaraan yang Kamu miliki dicuri, maka pihak asuransi tidak memiliki kewajiban untuk membayarkan ganti rugi. 4. Indemnity Prinsip yang mengharuskan pihak asuransi untuk memberikan ganti rugi kepada nasabah sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian, dengan nilai tanggungan harus sesuai dengan nilai klaim yang sudah diajukan sebelumnya tanpa pengurangan atau penambahan nilai. Contoh: Seseorang mendaftar pada asuransi mobil, suatu hari terjadi kecelakaan yang menyebabkan kerusakan pada bagian belakang mobil, maka pihak asuransi hanya akan membayar ganti rugi pada bagian yang rusak tersebut. 5. Subrogation Prinsip asuransi yang memberikan hak kepada pihak asuransi untuk menuntut pihak ketiga yang menyebabkan kerugian setelah pihak asuransi menyelesaikan kewajibannya kepada nasabah. Contoh: Individu A mengasuransikan mobil yang baru dibelinya, satu bulan sesudahnya, mobil tersebut mengalami kecelakaan karena kelalaian individu B. Pihak asuransi tempat A mendaftar akan menyelesaikan pembayaran kepada A senilai besaran kerusakan yang terjadi. Setelah kewajiban pihak asuransi terjalankan kepada individu A, maka pihak asuransi memiliki hak subrogation untuk menuntut individu B. 6. Contribution Prinsip ini dijalankan apabila suatu objek asuransi terdaftar di dua atau lebih perusahaan asuransi. Prinsip ini mewajibkan perusahaan asuransi untuk mengganti kerugian dengan perhitungan berdasarkan pro-rata dimana nilainya tidak melebihi total kerugian. Contohnya: Individu A memiliki asuransi kesehatan yang terdaftar di perusahaan asuransi Z dan perusahaan asuransi Y. Suatu saat, A mengajukan klaim asuransi senilai Rp. 250 juta, apabila perusahaan asuransi Z sudah membayarkan senilai Rp 150 juta, maka pihak asuransi Y hanya perlu membayar Rp 100 juta kepada pihak A. Semoga jawabannya membantu :)


ask to forum

Belum menemukan jawaban?

Tanya soalmu ke Forum atau langsung diskusikan dengan tutor roboguru plus, yuk

Tanya ke Forum

Pertanyaan serupa

peristiwa ekonomi yang dapat dikaji menggunakan ilmu ekonomi,mikro ataupun makro

21

0.0

Jawaban terverifikasi