Marten R

11 Februari 2020 10:37

Pertanyaan

ap yg d maksud dgn pergeseran bumi


2

2

Jawaban terverifikasi

P. Avivah

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Malang

04 Januari 2022 14:40

Jawaban terverifikasi

Halo Marten, kakak bantu jawab ya. Pergeseran bumi adalah gerak yang berasal dari dalam bumi secara terus menerus. Berikut penjelasannya. Bumi memiliki lempeng atau kerak bumi yang terus mengalami pergerakan. Gerak ini disebut dengan gerakan tektonik yang meliputi aktivitas tektonisme dan seisme. Ada beberapa faktor penyebab pergerakan lempeng bumi, diantaranya yaitu arus konveksi mantel bumi, dorongan punggungan samudra, dan tarikan atau dorongan lempeng bumi. Ketiga faktor tersebut selanjutnya akan menyebabkan pergerakan lempeng mulai dari mendekat (konvergensi), menjauh (divergensi), dan gerak sejajar (transform). Gerakan lempeng ini akan membentuk beberapa kenampakan bumi diantaranya yaitu pegunuungan, mid oceanic ridge, serta lipatan dan patahan. Semoga membantu ^^


Dytha P

10 Maret 2020 05:14

ralat pertanyaanny → Pergeseran Kerak Bumi . merupakan Peristiwa Tektonisme yang menyebabkan setiap saat crust bergerak dikarenakan aktivitas yg terjadi dilapisan bawahnya. sesuai dg Teori Apungan Benua


ask to forum

Belum menemukan jawaban?

Tanya soalmu ke Forum atau langsung diskusikan dengan tutor roboguru plus, yuk

Tanya ke Forum

Pertanyaan serupa

Perhatikan pernyataan berikut ini! (1) Sarana perekonomian seperti pasar swalayan. (2) Norma keagamaan mulai pudar. (3) Bentuk permukiman memusat. (4) Ada kesenjangan sosial dan ekonomi. (5) Kegiatan ekonomi homogen. Ciri yang termasuk pola keruangan kota adalah nomor .... A. (1), (2), dan (3) B. (1), (2), dan (4) C. (1), (3), dan (5) D. (2), (4), dan (5) E. (3), (4), dan (5)

23

1.0

Jawaban terverifikasi

PINGGIRAN MENAHAN MIGRASI KE JAKARTA Setelah libur perayaan lebaran usai, dipastikan Jakarta akan dibanjiri pendatang dari luar. Namun dalam kurun waktu enam tahun terakhir, beban Jakarta untuk menampung arus urbanisasi cenderung berkurang. Arus migrasi masuk cenderung turun meski sempat terjadi lonjakan pendatang sebulan setelah idul fitri. Dari data survei Penduduk Antarsensus (Supas) 1995 diketahui sebanyak 33 persen penduduk masuk ke wilayah Jakarta Timur dan 24 persen ke wilayah Jakarta Barat. Sisanya, para migran masuk ke wilayah pusat, utara, dan selatan dengan persentase masing-masing di awah 20 persen. Selama 1971-2000, Bdan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tren migrasi yang masuk ke Jakarta cenderung meningkat. Angka migrasi keluar pun meningkat. Kecenderungan penurunan pendatang baru terjadi pada tahun 2005. Tahun 1971, hasil sensus penduduk menunjukkan sekitar 1,8 juta penduduk masuk ke Jakarta. Pada saat yang bersamaan, hanya 132.000 penduduk yang bermigrasi keluar. Tahun 2000, pendatang meningkat dua kali lipat (sekitar 3,5 juta), sebaliknya 1,83 juta penduduk keluar dari Jakarta. Baru pada tahun 2005, hasil Supas menunjukkan bahwa angka migrasi masuk turun menjadi 3,3 juta jiwa dan migrasi keluar meningkat menjadi 2,05 juta jiwa. Penurunan pendatang selanjutnya juga tercatat oleh Disdukcapil DKI Jakarta. Selama 2008-2010, terjadi penurunan 30 persen penduduk yang datang ke Jakarta. Tahun 2008 masih terdapat sekitar 39.000 pendatang. Dua tahun berikutnya menjadi 30.000 pendatang. Penurunan arus migrasi masuk bukan berarti GULA Jakarta sudah berkurang manisnya. Pengaruh urbanisasi yang cukup deras sejak tahun 1971 sampai 2000 pada akhirnya juga ikut memengaruhi perkembangan daerah sekitarnya, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kepadatan ruang di Jakarta mengakibatkan sebagian kaum urban tinggal di wilayah pinggiran Jakarta untuk mencari tempat tiggal yang lebih layak dan luas. Selain itu, industri yang menjamur di daerah pinggiran Jakarta juga banyak menarik tenaga kerja secara khusus dan penduduk secara umum untuk bermigrasi di wilayah tersebut. Akibatnya, laju pertumbahan penduduk di wilayah penyangga Jakarta cenderung tinggi. Periode 1971-1980, laju pertumbuhan penduduk Jakarta sekitar 5,4 persen per tahun. Namun, periode 2000-2010, laju itu menurun tajam menjadi 1,42 persen. Berbeda dengan Jakarta, pertumbuhan penduduk di wilayah pinggiran Jakarta cenderung tinggi. Selama 2005-2010, angka pertumbuhan penduduk di wilayah administrasi di Bogor, Tangerang, Depok, dan Bekasi berkisar antara 2 persen dan 5,5 persen. Disarikan dari internasional.kompas.com edisi 12 September 2011, diakses 6 Januari 2014, 05.30 WIB PERTANYAAN 1. Apa fenomena kependudukan yang kamu amati dari artikel di atas? 2. Dimana fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 3. Mengapa fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 4. Kapan fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 5. Siapa yang terlibat dalam fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi? 6. Bagaimana penyelesaian permasalahan fenomena kependudukan dalam artikel tersebut terjadi?

88

0.0