Iklan

Iklan

Rizki S

07 September 2021 01:45

Pertanyaan

(Tesis) Transparansi pemerintah dalam membuat peraturan perlu ditinjau ulang. (Rangkaian Argumen) Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo mencabut larangan ekspor benih lobser. Peraturan tersebut menimbulkan banyak kecaman publik karena pasar perdagangan lobster rata-rata dipegang kaum elit. Rupanya kecurigaan publik terbukti. Edhy ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus ekspor benih lobster pada 25 November 2020. (Penegasan Ulang) Melalui kasus ini, transparansi terkait peraturan yang ditetapkan pemerintah secara sewenang-wenang perlu diawasi dengan ketat. Sebutkan Istilah-istilah Yang ada Di dalam Teks Eksposisi di atas!


631

1

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

W. Wahyuni

Mahasiswa/Alumni Universitas Negeri Makassar

07 September 2021 22:54

Jawaban terverifikasi

Kelas: 10 Topik: Teks Eksposisi Hai Rizki S. Terima kasih sudah bertanya di Roboguru. Teks eksposisi adalah teks atau tulisan yang berisi informasi dan pengetahuan. Informasi ini didapat berdasarkan fakta atau kejadian yang benar-benar terjadi. Selain itu, di dalam teks eksposisi juga terdapat pendapat (argumen) dari penulis. Ciri kebahasaan dalam teks eksposisi, antara lain (1) menggunakan kata teknis yang berkaitan dengan tema teks; (2) menggunakan kata kerja mental yang dapat mengekspresikan sikap atau respons seseorang terhadap suatu tindakan; (3) menggunakan kata perujukan, seperti ini, itu, tersebut, dan sebagainya; (4) menggunakan kata persuasif yang mengandung makna ajakan, larangan, imbauan; (5) menggunakan kata denotatif, yakni kata dengan arti sebenarnya; dan (6) menggunakan konjungsi kausalitas yang berhubungan dengan sebab-akibat, seperti oleh sebab itu, agar, supaya, dapat, dan sehingga; serta konjungsi temporal yang menunjukkan urutan waktu, seperti sementara, setelah itu, selanjutnya, dan sebagainya. Teks eksposisi di atas membahas perihal transparansi pemerintah dalam membuat peraturan yang dianggap perlu ditinjau ulang. Berdasarkan topik yang dibahas, teks eksposisi tersebut banyak menggunakan istilah teknis yang beraitan dengan kebijakan. Dengan demikian, berikut adalah istilah yang digunakan dalam teks eksposisi di atas. 1. Transparansi 2. Ekspor 3. Kaum elit 4. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 5. Sewenang-wenang


Iklan

Iklan

Mau pemahaman lebih dalam untuk soal ini?

Tanya ke Forum

Biar Robosquad lain yang jawab soal kamu

Tanya ke Forum

Roboguru Plus

Dapatkan pembahasan soal ga pake lama, langsung dari Tutor!

Chat Tutor

Perdalam pemahamanmu bersama Master Teacher
di sesi Live Teaching, GRATIS!

Pertanyaan serupa

Penggunaan huruf kapital yang tidak tepat tedapat dalam kalimat… (A)Pilpres RI 2009 diikuti oleh tiga pasang calon. (B) Di Indonesia, suku Sunda termasuk suku besar jumlahnya. (C) Insyaallah, pada hari Lebaran yang akan datang kita akan serentak merayakannya. (D)Gunakanlah bahasa Indonesia secara baik dan benar! (E) Pada zaman sekarang tidak sedikit orang yang memper-Tuhankan materi.

71

5.0

Jawaban terverifikasi

Bacalah teks biografi berikut dengan saksama, lalu kerjakanlah latihan yang menyertainya . Bisma Siregar Jika seorang hakim agung identik dengan ketegasan dan kenetralannya, Bismar Siregar melengkapi dirinya sebagai hakim agung pada masa itu dengan kebeningan hati nurani. Mantan hakim agung yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Sumatra Utara pada tahun 1984 ini selalu mengandalkan hati nuraninya untuk mengambil keputusan. Hal ini disebabkan ia percaya bahwa hati nurani tak pernah berbohong. Dalam pekerjaan ini, kebohongan adalah hal yang mutlak dihindarinya demi menegakkan keadilan la beranggapan bahwa hukum dan undang-undang merupakan sarana mencapai keadilan sehingga hal tersebut harus dicapainya dengan memperjuangkan kejujuran. Ketangguhan Bismar ini tidak lepas dari didikan kedua orang tuanya. la sangat mensyukuri perjalanan hidupnya sebagai anak yang dibesarkan di lingkungan keluarga miskin, tetapi berhasil menduduki posisi tinggi di bidang hukum. la merupakan keturunan Aminuddin Raja Baringin Siregar dan Siti Fatimah yang dilahirkan di Desa Baringin, Sipirok, Tapanuli Selatan, 15 September 1928. Ayahnya adalah seorang guru sekolah rakyat (SR) desa dan ibunya adalah seorang ibu rumah tangga biasa, Memori kehidupan masa kecil dan mudanya diabadikan dalam sebuah buku yang diberinya judul Aku Anak Petani. Kegemarannya, menulis pun dilakukannya saat menjadi hakim. Buku Dari Bismar untuk Bismar merupakan rangkuman artikel-artikel pendek tentang berbagai topik dan refleksi dirinya atas persoalan yang muncul atau sedang menjadi pembicaraan publik. Bismar mulai menjejakkan kaki di bidang hukum setelah menamatkan SMA di Bandung pada tahun 1952 dengan melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, Gelarnya sebagai sarjana hukum ini juga merupakan harapan, ayahnya yang menginginkannya menjadi Meester in de rechten (Mr), Selepas menyandang gelar sarjana hukum Universitas Indonesia, ia, melanjutkan pendidikan di luar negeri, yaitu di Unversity of Nevada (1973), University of Alabama, Tooscaloosa (1973), University of Texas di Dallas (1979). dan Rijks-Universiteit di Utrecht (1990). Dalam menjalankan profesinya sebagai hakim, ia selalu menjunjung tinggi keadilan atas nama kejujuran dan kebeningan hati nurani. Hal ini membuatnya dipandang sebagai salah satu penegak hukum yang langka dan berani melawan arus. la kerap, melakukan terobosan hukum yang sering dianggap kontroversial dan berani, tetapi hal tersebut dilakukan berdasarkan pemikiran matangnya. Ia tidak mau diintervensi oleh pihak mana pun dalam mengambil keputusan, termasuk atasannya yang merupakan Ketua Pengadilan Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung, la berpandangan bahwa hakim merupakan undang-undang dalam menegakkan keadilan sehingga keputusan hakim bersifat sakral, Karakter yang demikian ini pun menghindarkannya dari lingkaran hakim yang mudah disuap atau dibeli untuk meruntuhkan keadilan. Jika sedang menghadapi seseorang yang dianggap bersalah, Bismar akan mengadakan dialog dengan hati nuraninya, "Apakah orang ini bersalah? Jahatkah orang ini? Bagaimana hukumannya? Haruskah dihukum berat atau ringan?" Sesudah hati nuraninya memutuskan, ia baru mencari pasal-pasal hukum sebagai dasarnya, Bagi Bismar, keadilan hanya bisa ditemukan dalam hati nurani hakim. Jika seorang hakim benar-benar memiliki nurani keadilan, maka akan mampu mengambil keputusan secara adil. Sikapnya yang tak mau kompromi dalam menegakkan keadilan sering mendapat reaksi keras dari para kolega yang notabene para, penegak hukum. Bismar memegang prinsip bahwa nilai keadilan jauh lebih tinggi daripada hukum itu sendiri. Bahkan, menurutnya, hukum hanya sebagai sarana yang tidak dapat digunakan untuk menegakkan keadilan. Bismar kerap tampil garang dalam memvonis pesakitan meskipun berkepribadian lemah lembut. Hal ini pernah dibuktikannya semasa menduduki jabatan Ketua Pengadilan Tinggi Sumatra Utara, Saat itu, Bismar menambah hukuman yang sudah dijatuhkan oleh pengadilan tingkat pertama hingga sepuluh kali lipat. Ini dilakukannya pada perkara Cut Mariana dan Bachtiar Tahir. Kedua terdakwa dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Medan. Keduanya terbukti memperdagangkan 161 kg *ganja* kering. Namun, oleh Pengadilan Tinggi, hukuman keduanya, ditambah masing-masing menjadi lima belas dan sepuluh tahun penjara. Bagi Bismar, harus ada shock therapy untuk pengedar narkoba. Selain perkara tersebut, Bismar pernah menjatuhkan hukuman yang menggemparkan, yaitu hukuman *mati* kepada seorang terdakwa kasus *pembunuhan*. Atas keputusan tersebut, Bismar menerima serangan bertubi-tubi dari orang-orang yang menentang hukuman *mati*. Bismar berpendapat bahwa materi dan sistem hukum yang berlaku sekarang tidak perlu diubah, melainkan manusianya yang harus berubah. Dalam peradilan di Indonesia telah dengan tegas disebutkan bahwa dasar seorang hakim dalam mengambil keputusan adalah Tuhan Yang Maha Esa. Bismar sangat bersedih jika ada hakim berani melakukan penyimpangan keadilan dengan mengatasnamakan Tuhan. Meskipun sudah tua, Bismar bercita-cita agar keadilan benar-benar ditegakkan dan akan terus menggelora, dalam hatinya. Bismar sangat bersedih jika melihat ada penegak hukum yang justru bermain-main dengan perkara. Hukum harus ditegakkan meskipun langit runtuh. Dari tokoh bersih ini kita berharap banyak generasi muda, terinspirasi dan lahir pendekar-pendekar hukum yang tidak *buta*, *tuli* terhadap keadilan dan bersemangat baja memberantas KKN (korupsi, kolusi, nepotisme). Jika hal ini terjadi, bangsa Indonesia, akan mengalami akselerasi kemajuan yang lebih cepat karena uang negara akan sampai pada yang berhak dan pembangunan pembangunan tidak mengalami kebocoran. Jawablah pertanyaan berikut sesuai isi teks biografi tersebut. b. Jelaskan maksud tokoh yang mengatakan bahwa hukum hanya sebagai sarana dalam menegakkan keadilan.

33

0.0

Jawaban terverifikasi

Iklan

Iklan

Iklan

Iklan